logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 08 Nopember 2007 NASIONAL
Line

Kegamangan terhadap Pemerintah Jangan Berlebihan

  • Presiden Buka Munas Pepabri

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta agar masyarakat tidak gamang dan cemas berlebihan terhadap pemerintah yang sedang mengemban amanah. Menurutnya, was-was boleh, waspada juga harus. Khawatir kalau sesuatu salah arah, juga wajar. Tapi, kalau terlalu cemas dan tidak mempercayai semua yang sedang mengemban amanah di negeri ini, tentu saja hal itu tidak baik.

''Yakinlah pemerintah dalam menjalankan tugasnya selalu sesuai dengan Pancasila, UUD 1945, serta dalam bingkai NKRI,'' kata SBY di Istana Negara, Rabu (7/11) saat membuka secara resmi Munas XIII Persatuan Purnawirawan ABRI (Pepabri) dan Persatuan Istri Purnawirawan (Perip).

Presiden juga mengajak seluruh anggota Pepabri dan Perip untuk memahami situasi dan kondisi bangsa saat ini serta terus-menerus mengemban misi dan kejuangan Pepabri yang bukan organisasi politik praktis.

Di bagian lain, SBY juga mengajak seluruh anggota Pepabri saling menghormati, baik itu yunior menghormati para sesepuh, maupun sebaliknya.

Presiden meminta maaf karena belum bisa meningkatkan kesejahteraan sebagaimana yang diinginkan rakyat banyak. Namun ditegaskan, upaya untuk meningkatkan kesejahteraan tetap terus dilakukan pemerintah.

''Tiap tahun gaji PNS kami naikkan. Kami ingin menyesuaikan agar lebih layak dan tepat. Saya telah meminta kepada menteri terkait untuk melihat tunjangan veteran, gaji pensiunan, kesejahteraan lanjut usia, dan tunjangan untuk keluarga pejuang. Semua harus kami perhatikan, ini untuk keadilan,'' katanya.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pepabri IGM Putera Astaman mengatakan, munas mengusung tema ''Bersama seluruh komponen bangsa, Pepabri dan Perip berperan serta mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur dalam wadah NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945''. Munas akan berlangsung di Jakarta, 7-9 November.

Hadir juga dalam acara tersebut Menko Polhukam Widodo AS, Kepala BIN Syamsir Siragar, dan Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto serta tokoh-tokoh Pepabri seperti Try Sutrisno, Agum Gumelar, dan Wismoyo Arismunandar.

Usai acara, Try Sutrisno mengatakan, dirinya dan para purnawirawan tidak ingin mengganggu siapa pun termasuk pemerintah saat ini. Menurutnya, para purnawirawan yang tergabung dalam Pepabri justru ingin memberikan peran kepada masyarakat di luar jalur pemerintah. Hal ini dilakukannya juga sebagai wujud kecintaan terhadap NKRI.(F4-49)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA