logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 08 Nopember 2007 NASIONAL
Line

Kawanan Perampok Mobil Rental Ditangkap

  • Libatkan Oknum TNI

SEMARANG- Kawanan perampok spesialis mobil rental yang kerap beraksi di lintas provinsi, akhirnya diringkus tim khusus Sat I Opsnal Ditreskrim Polda Jateng. Kawanan berjumlah sembilan orang tersebut ditangkap berkat pengembangan penyelidikan terhadap empat tersangka yang sebelumnya ditangkap.

Di antara kawanan tersebut, terdapat oknum anggota TNI AU dan AL yang berperan sebagai penadah. Dua orang wanita cantik juga terlibat.

Anggota perampok pimpinan Philip Tri alias Alex (28), warga Jl Jatayu Bandung yang kemarin ditangkap adalah Dardi Sutrisno alias Aar (26), warga Desa Tenggulang Harjo, RT 2 RW 1, Subah, Batang; Sigit Sugiyono (37), warga Desa Pringsewu RT 3 RW 4, Giringpurno, Ngadirejo, Temanggung; dan Rugiyono (36), warga RT 1 RW 2 Kelurahan Dlimoyo, Ngadirejo, Temanggung.

Juga Tri Teguh Listyo (21), warga RT 3 RW, Kebondalem, Blejen, Temanggung; Hendro Supobo SE (45) warga Kubang Beureum RT 1 RW 15, Sekejati, Margacinta, Bandung; Muh Sholeh (42), warga Dusun Gatok RT 1 RW 4, Selomampang, Temanggung; Arsiti (23) warga Desa Ngabean RT 1 RW 1, Candiroto, Temanggung; dan Turiah alias Selfi (22), warga Kelurahan Selopajang, Blado, Batang.

Sementara Ru, Ri, Ca, Id, Bu, dan Mar hingga kini masih dalam pengejaran polisi. Dari tangan tersangka, penyidik menyita enam unit mobil. Terdiri atas tiga Toyota Kijang Innova W-2444-FZ, B-8407-MW dan L-88-V.

Kemudian masing-masing satu unit mobil Toyota Yaris B-8316-AQ, Toyota Avanza H-9328-TG, dan Toyota Kijang LSX W-2153-D.

Profesional

Dalam menjalankan aksinya, kawanan ini cukup profesional. Tiap anggota memiliki kelompok dan saling berbagi peran. Tidak mengherankan, aksinya kerap membuat pusing penyidik untuk menguntit jejaknya.

"Melihat luasnya wilayah yang lintas provinsi, pembagian kerja serta cara kerja yang profesional komplotan ini sudah tergolong sindikat," kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Drs Syahroni didampingi Kasat I Ditreskrim AKBP Nelson Pardamean Purba SIK, saat menggelar kasus tersebut, Rabu (7/11).

Kawanan tersebut terbilang sadis. Mereka tak segan-segan melukai bahkan membunuh sopir rental jika melawan.

Misalnya, dua sopir rental asal Semarang dan Magelang, yang sembilan bulan lalu ditemukan tewas mengenaskan dengan luka dijerat lehernya menggunakan seutas tali. Korban dibuang di tengah jalan di daerah Batang dan Kendal.

Alex Cs sengaja melibatkan wanita cantik sebagai umpan untuk mengelabuhi korban agar tidak curiga dengan aksi mereka.

Arsiti, Turiah, dan seorang wanita yang masih buron berinisial Id, yang menjadi umpannya, berperan sebagai istri Alex atau Aar ketika menyewa mobil.

Bahkan, agar pihak rental percaya, ketiganya tak jarang mengenakan kerudung ketika memesan mobil.

Di tengah perjalanan, mereka berpura-pura sakit dan menyuruh sopir meminggirkan mobil di daerah yang sepi dengan alasan akan muntah.

Begitu lengah, sopir dijerat lehernya dengan tali sepatu atau lakban.

Setelah tak berdaya, sopir dibuang di tengah jalan. Mobilnya dibawa kabur.

Turiah mengaku dua kali ikut beraksi bersama Alex yang tak lain adalah kekasihnya.

"Saya mendapat bagian satu juta rupiah setiap kali ikut beraksi. Tugas saya ikut dalam mobil dan berpura-pura sakit," ungkap dia. Ditambahkan Nelson, sindikat perampok spesialis mobil rental tersebut juga memiliki beberapa kelompok yang tidak saling kenal satu sama lain. Namun demikian otaknya tetap Aar dan Alex. (H21,D12-60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA