logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 08 Nopember 2007 NASIONAL
Line

Liverpool Tampil Menggila


BEREBUT BOLA: Pemain Liverpool Peter Crouch berbenturan dengan pemain Besiktas Ibrahim Toraman saat berebut bola dalam pertandingan Grup A Liga Champion di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris Selasa (6/11) waktu setempat. Tim tuan rumah unggul 8-0.(30)

LIVERPOOL- Harapan Liverpool yang nyaris terbenam di Liga Champions kembali terbuka. Tak hanya menghidupkan peluangnya untuk lolos ke 16 besar, The Reds juga membukukan rekor gol di event ini.

Tampil di Anfield, pasukan Rafael Benitez menghujani gawang Besiktas delapan gol tanpa balas. Pemain Israel, Yossi Benayoun, membuat hatrik ketika juara Liga Champions 2005 dan runner-up tahun lalu itu membukukan kemenangan 8-0, Rabu (7/11).

Jumlah gol tersebut merupakan rekor dalam laga Liga Champions, melewati rekor sebelumnya ketika terjadi hasil akhir 7-0 saat Arsenal menaklukkan Slavia Praha 24 Oktober lalu dan ketika Juventus menghadapi Oympiakos, Desember 2003.

Namun rekor Liverpool itu terbatas hanya pada format baru Liga Champions yang mulai diperkenalkan musim 1992/1993. Jika periode tersebut diabaikan dan kompetisi ditarik ke belakang sejak masih bertitel European Champion Clubs Cup pada 1955/1956, rekor kemenangan paling fantastis masih menjadi milik Dinamo Bucharest.

Klub Rumania itu menang 11-0 atas wakil Irlandia Utara, Crusaders, pada putaran pertama leg pertama tahun 1973/1974. Selain Dinamo, ada enam pertandingan lain pada era Piala Champions yang berkesudahan 10-0.

Bangkit

Setelah gagal dalam tiga pertandingan di Grup A, Liverpool mendapatkan angka penuh melawan klub Turki yang bulan lalu mengalahkan mereka 1-2 di Istanbul. Peter Crouch dan Benayoun mengawali pesta besar itu.

Benayoun mencetak tiga gol, yang pertama selama dia berseragam Liverpool, ketika Besiktas berjuang keras mempertahankan gawang mereka. Gol lainnya lahir dari kaki Steven Gerrard, pemain pengganti Ryan Babel mencetak dua angka, dan Crouch menutup kemenangan.

Sukses itu membuat Liverpool berpeluang untuk mengejar FC Porto atau Marseille dalam usahanya mengincar urutan dua besar grup. Mereka kini mengantongi empat poin, Porto (8), Marseille (7), dan Besiktas tergeser ke posisi buncit dengan tiga angka.

Benitez mendapat tekanan berat sejak sebelum pertandingan. Ditambah adanya masalah keuangan klub, membuat tim itu semakin merasa susah untuk lolos dari penyisihan grup.

Namun Crouch dengan cepat menjawab kepercayaan Benitez yang sebelumnya lebih suka memainkan Fernando Torres, yang kali ini tak bisa tampil karena cedera. Crouch tidak menyia-nyiakan kesempatan. Dia menutup rasa grogi timnya dengan mencetak gol ketika pertandingan baru berlangsung 19 menit. Ini merupakan gol keempatnya di Liga Champions.

Namun bintang lapangan hari itu adalah Yossi Benayoun. Ia memberondong gawang Hakan Arikan menit ke-32, 53, dan 56. Arikan mungkin akan sulit melupakan malam pahit itu karena dia harus terus memungut bola dari Steven Gerrard dan Ryan Babel, yang bangkit dari bangku cadangan untuk mencetak dua gol dalam waktu tiga menit. (rtr,F3-40)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA