| Kamis, 08 Nopember 2007 | MURIA |
WORO WOROPemkab Gandeng Pengusaha LokalBLORA - Pemkab akan menggandeng pihak lain untuk melaksanakan operasi pasar (OP) minyak goreng. Itu dilakukan karena Pemkab tidak mempunyai dana cukup untuk pengadaan yang akan dijual kembali ke masyarakat dengan harga murah. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Prayitno melalui Kasubdin Perdagangan Pujianto, Jumat (2/11), mengemukakan, pihaknya akan mengumpulkan sejumlah distributor, pengusaha termasuk koperasi untuk membicarakan pengadaan sekaligus pendistribusian minyak goreng yang pembeliannya oleh masyarakat disubsidi pemerintah. Menurutnya, baru-baru ini dia mendapatkan informasi OP minyak goreng bersubsidi itu telah dilaksanakan di beberapa kabupaten dan kota di Jateng. Pemerintah Pusat telah menjamin pembayaran dana subsidi Rp 2.500 per kilogram. Blora mendapatkan kuota 40 ton minyak goreng. (H18-69) Harga Ternak Mulai Naik JEPARA - Harga ternak, seperti kambing, sapi, dan kerbau mulai naik meski Idul Adha masih satu setengah bulan lagi. Kenaikan tidak terlalu tinggi namun diperkirakan akan terus merangkak hingga Hari Raya tiba 20 Desember mendatang. Kenaikan itu terpantau di Pasar Hewan Bangsri, Rabu (7/11). ''Tiap satu ekor, kenaikannya sekitar Rp 50.000. Mungkin semakin dekat dengan pelaksanaan ibadah kurban, tiap ekor bisa naik Rp 200.000 - Rp 300.000,'' tutur Musaddad (45), penjual kambing jawa di pasar hewan terbesar di Jepara itu. Kenaikan itu dipicu tren pasar yang mengalami kenaikan permintaan menjelang Idul Adha. Dia mencontohkan, kambing jawa yang sudah layak untuk kurban saat ini harganya paling rendah Rp 700.000/ekor. Harga itu diprediksi akan naik hingga menjadi Rp 900.000. Kambing jenis ini yang lebih besar dihargai hingga Rp 1,3 juta. Kenaikan juga terjadi pada biri-biri. Sapi dan kerbau naik lebih tinggi. (H15-36) Alat Evakuasi Disiagakan 24 Jam KUDUS - Tim gabungan penanganan bencana Kudus sejak beberapa pekan terakhir telah menyiagakan sejumlah peralatan evakuasi. Sarana itu sewaktu-waktu siap dioperasikan ke sejumlah kawasan yang memang membutuhkannya.''Ini sebagai bagian dari antisipasi bencana,'' ujar Kepala Kantor Kesbanglinmas Ali Rifai melalui Kasi Linmas Eko Hari Djatmiko, Rabu (7/11). Dia mengungkapkan, peralatan itu meliputi perahu karet (empat buah) lengkap dengan mesinnya, pelampung (100 buah), genset (satu buah), tenda komando (satu buah), serta sejumlah alat komunikasi. Barang-barang tersebut saat ini siap digunakan dan dikumpulkan di gudang dekat Kantor Kesbanglinmas. Tak hanya peralatan yang disiagakan, 50 tenaga Search and Rescue (SAR) pun siap diturunkan ke lokasi musibah.''Setiap hari, mereka memang disiagakan 24 jam di posko,'' imbuhnya. (H8-69) Ganti Rugi Tanah PLTU lewat PN REMBANG - PT PLN telah menyerahkan konsinyasi (penitipan) administrasi ataupun uang ganti rugi pembebasan sisa tanah untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sluke ke Pengadilan Negeri (PN) Rembang, Senin sore lalu. Anggota tim pembebasan tanah PLTU Drs Surbhakti mengemukakan, penyerahan konsinyasi sisa tanah untuk proyek PLTU ke PN memang molor. Disebutkannya, konsinyasi bagi tanah seluas lebih kurang 8 ha itu semula akan dilaksanakan pada Oktober lalu. Kabag Pemerintahan itu mengungkapkan, setelah penyerahan konsinyasi itu, warga pemilik tanah yang ingin mendapatkan ganti rugi harus menghubungi PN. Kepala Pengadilan Negeri (PN) KW Miastuti menyebutkan, pihaknya akan segera membuat penetapan dan registrasi jamin sita atas adanya berkas konsinyasi dari PT PLN. Paling tidak butuh waktu seminggu. (H19-69) Selesai MTQ, Alun-alun Dibongkar PATI - Sehari setelah pelaksanaan MTQ umum Jawa Tengah di Pati berakhir Rabu (7/11), lapangan Alun-alun Simpanglima akan dibongkar. Dari pantauan di lokasi, lapangan yang semula rumputnya tumbuh dengan subur, karena setiap hari selalu dirawat dengan baik oleh petugas dari Subdin Kebersihan dan Pertamanan Diskimpras setempat, kini mulai gundul. Kondisi itu diperburuk dengan turunnya hujan deras, sekitar empat jam menjelang pembukaan MTQ, Senin (5/11) lalu. Akibatnya, terjadi genangan air di beberapa tempat kemudian banyak pengunjung dan undangan yang memasuki lapangan tersebut untuk mengikuti pembukaan MTQ. Untuk mengatasi lapangan yang becek, panitia sudah menutupnya dengan urukan pasir. Kepala Dinas Permukiman dan Prasarana (Diskimpras) Kabupaten Pati Ir Suharyono MM mengatakan, pembongkaran alun-alun sudah masuk perencanaan dalam Tahun Anggaran 2007. (ad-36) |