logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 07 Nopember 2007 NASIONAL
Line

SOSOK

Kritik dengan Guyon


SM/Surya Yuli P

SEPERTI biasanya, jika memberikan ceramah, KH Mustofa Bisri selalu menyampaikan kritikan pedas, tetapi tidak membuat panas kuping pendengarnya. Dengan kalimat dibarengi guyonan, justru membuat kritikan yang disampaikan masuk ke sasaran.

Seperti saat memberikan tausiah dalam acara Konsolidasi Alumni, Kader PMII, dan Tabligh Kerakyatan di Ponpes Edimancoro Tuntang, Kabupaten Semarang pimpinan KH Mahfudz Ridwan Lc, Selasa (6/11) pagi.

Di depan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Salatiga itu, Gus Mus mengatakan, sekarang ini banyak pemuda fotokopi. ''Anak muda fotokopi ini bisanya tidak kreatif dan hanya meniru orang tuanya. Kalau orang tua jadi DPR, diikutinya, begitu seterusnya,'' ujarnya.

Gus Mus, begitu dia biasa disapa, mengatakan kalau masih jadi pemuda fotokopi, dia yakin kiamat kurang dua hari, reformasi tetap tidak akan jalan.

Menurutnya, hal itu dilakukan oleh pemuda karena cara pandang mereka terhadap dunia dan manusia masih sama, tidak ada perubahan.

''Mereka yang kemarin reformis, besoknya sudah berubah seperti pendahulunya,'' ujarnya disambut tawa hadirin.

Di bagian lain Gus Mus mengatakan, Indonesia lebih runyam dibandingkan pada Orde Baru (Orba). Dan yang patut bertanggung jawab atas kesalahan negara adalah umat Islam.

Bagaimana tidak, mayoritas penduduk Islam, mayoritas Islam dari NU. ''Kalau negara terpuruk, maka NU yang disalahkan?'' kata pengasuh ponpes Raudlatuth Thalibin Rembang yang juga disambut tawa hadirin. (Surya Yuli P-60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA