| Senin, 05 Nopember 2007 | SALA |
Pembangunan SCP Belum DisepakatiLAWEYAN- Warga Sondakan yang berada di belakang eks Purwosari Plaza, keberatan dengan rencana pembangunan Solo Center Point (SCP) di lokasi tersebut. Mereka khawatir dengan dampak yang mungkin timbul nantinya. Hal tersebut terungkap dalam sosialisasi ulang di Masjid Muniroh, Minggu (4/11). Sosialisasi dihadiri warga dari RT 01 RW 1 Tegalrejo, Sondakan, dengan Tim Amdal Pascasarjana UNS bersama PT Duta Mulia Propertindo selaku pemrakarsa proyek. Warga khawatir dengan rencana pembangunan SCP yang direncanakan berlantai 23. Sebab, lokasinya sangat dekat dengan pemukiman. Mereka mengkhawatirkan jika suatu saat bangunan roboh, atau terjadi bencana alam seperti gempa. "Kalau roboh sudah pasti akan berakibat fatal terhadap lingkungan sekitar. Apalagi, belum ada gedung setinggi itu di Solo," ujar H Sukadi, sesepuh RT 01 RW 1. Warga juga khawatir air sumur mereka akan terganggu, baik kualitas maupun kuantitasnya. Sebab, berdasarkan informasi dari pengembang, gedung itu akan menggunakan sumber dari sumur artesis. Menurut warga, gedung dengan berbagai fasilitas itu membutuhkan banyak air, sehingga tidak mungkin hanya akan menggunakan satu sumber. Belum lagi masalah limbah dan suara berisik generator yang ditimbulkan. Hal yang sama juga diungkapkan oleh beberapa warga lainnya. Menurut mereka, harus ada jaminan pasti di depan notaris, SCP tidak mengganggu masyarakat sekitar. Warga juga meminta, jika ada kerusakan bangunan atau dampak kesehatan yang dialami warga berkaitan dengan pembangunan SCP, hendaknya dibayar sesuai kerugian, bukan hanya ganti rugi. Warga sekitar juga meminta kompensasi pekerjaan. "Kami tidak keberatan berdirinya SCP, asal tidak 23 lantai, melainkan maksimal 10 lantai," ujar Turi Anggraeni, salah satu warga RT 01 RW 1. Belum Sepakat Direktur Utama PT Duta Mulia Propertindo Ir Susanto mengatakan, soal ketinggian gedung sudah diperhitungkan. Gedung tersebut nantinya dilengkapi berbagai peralatan canggih dengan konstruksi anti gempa. Sehingga tingkat keamanannya tidak perlu dikhawatirkan. "Kalau ada gempa, justru gedung dua lantai dan tiga lantai yang akan lebih dulu roboh, sebab pada saat pembangunan tidak dilengkapi anti gempa," ujarnya. Masalah tersebut, lanjutnya, sudah diserahkan kepada kontraktor dari Jakarta yang ahli dalam bidangnya. Selain itu, nantinya akan dibangun pusat medical yang diperuntukkan bagi masyarakat luas di lokasi tersebut. "Kompensasi lapangan pekerjaan, masih dalam pengkajian lanjut." Dia menjelaskan, SCP dengan fasilitas apartemen, pusat perbelanjaan, dan hotel pada 2010 diharapkan sudah beroperasi. Guntur Riyanto, salah seorang anggota Tim Amdal Pascasarjana UNS mengatakan, sumur warga tidak akan terganggu dengan adanya sumur artesis yang dibangun SCP. Karena, air yang diambil berasal dari lapisan tanah yang berbeda, yakni lebih dalam lagi. (H46-63) |