| Senin, 05 Nopember 2007 | WACANA |
Surat Pembaca"Republik Maling"Itulah suguhan berita yang bisa ditangkap dari media cetak dan elektronik; keterangan pejabat dan sumber lain yang nadanya sama yaitu menyinggung soal pencurian, korupsi, mengambil hak orang lain secara tidak sah apalagi milik rakyat yang haknya disembunyikan. Kenyataannya kini lebih banyak yang terang-terangan bahkan terbuka, dengan istilah nyolong berjamaah. Contoh illegal loging, ngoplos bahan bakar, mengurangi jatah minyak, menggelembungkan anggaran belanja yang selangit, menambah fasilitas yang tidak perlu, membangun sekolah, jembatan dan lainnya yang tidak sesuai bestek. Pokoknya serba ada unsur nyolong/menipu. Termasuk yang sekarang sedang terjadi di Makamah Agung yang tidak diaudit, padahal uang yang didapat berasal dari perkara dan sah menurut UU. Artinya uang dari hasil sidang perkara sementara dipercayakan kepada Mahkamah Agung. Mengapa saya bilang demikian, karena uang itu baru saja didepositokan dan berbunga. Kok lucu ya, mau tidak mau tentunya itu yang menjadi pikiran orang kecil yang lugu dan sederhana. Rakyat kecil akan berpikir tentu uang itu dikorupsi dengan dalih sesuai peraturan dan UU, padahal sebenarnya tidak masuk nalar. Saya kira jika ada indikasi kebenarannya maka rakyat kecil perlu teriak maling...maling.. Contoh lain, uang negara yang di tangan Soeharto yang kini baru terkuak. Berapa banyak uang rakyat yang dikorup, versi PBB dan Bank Dunia cukup fantastis. Akibatnya dia dijuluki koruptor nomor 1 di dunia. Bayangkan jumlah uang yang di "ambil" Soeharto mencapai Rp 34 triliun. Jikalau hal itu tidak benar, maka dia harus berani tampil secara jantan di muka TV. Namun kalau ya, harus buktikan pula kejantannannya dan semua uang rakyat itu dikembalikan kepada rakyat. Sebab tidak memiliki harta bertumpuk segede Gunung Sumbing pun tidak akan patheken. Hai para pencuri, preman, partikelir, birokrat, aparat bertobatlah untuk tidak jadi pencuri lagi dan stop perbuatan tersebut sekarang juga. Semog Tuhan YME memberi berkah kepada kita semua dan jangan sampai negara ini menjadi "Republik Maling". Soalnya sudah ada Republik Mimpi di MetroTV. Bambang Poernomo Jl Raya 36 Kranggan, Temanggung. Training Rohani Sekarang kita kembali ke realita kehidupan ini setelah 1 bulan melaksanakan "training rohani" dengan penuh tawakal untuk mencari ridha-Nya. Pikiran, jiwa, sikap maupun perilaku kita terkungkung dalam suasana khidmat, untuk menggapai derajat takwa. Harapannya 11 bulan ke depan mendapatkan pribadi yang cemerlang serta penuh kesucian. Segala tindakan atau sikap lain yang merugikan orang sebisa mungkin nol persen. Tapi mungkinkah?. Di era yang kian serba cepat, gesekan antarindividu senantiasa muncul. Untuk itu kita bisa menghindarinya dengan hati tenang, bersih serta kembalikan kepada-Nya. Di era yang kian mengglobal, batas wilayah seakan tidak tampak, diperlukan pribadi unggul. Kita harus senantiasa mengikuti perkembangannya dengan cermat. Bukan sebaliknya: saling iri, otot-ototan atau menjatuhkan lawan atau memfitnah. Itulah kehidupan. Buah training selama sebulan harus membekas di hati dan idealnya tercermin dalam bentuk sikap serta perilaku seseorang. Kita tidak pantas membanggakan diri. Kita tidak layak sombong, tidak patut keras hati dan tidak berlagak sok serta kerap membodohi orang lain. Puasa ramadan telah berlalu, training rohani telah dijalani; adakah perubahan sikap serta perilaku? Coba bercermin diri, tidak perlu saling menyalahkan. Wisnu Widjaja Jl Sindoro I/16 Panggung, Tegal *** Iman Akhirnya Jebol Saya pernah menulis, corruption, prostitution and gambling are coinside with the human's being. Korupsi, prostitusi dan judi melekat di hati manusia di seluruh dunia. Jelasnya kalau manusia sudah musnah, tak akan ada maksiat. Bila ada kesempatan, waktu tepat dan ada yang diharapkan., maka siapa pun, jabatan apa pun, kapan pun, di mana pun bisa terjadi. Sekarang di negeri ini baru mengalami zaman gendheng (45% waras dan 55% edan). Ada jaksa yang semula jujur, tegas, disuap ratusan juta ditolak dan pernah pindah ke mana-mana. Karena sikap, perilaku nya matang, maka dia diangkat menjadi koordinator proyek pengadaan gedung baru Komisi Yudicial. Tapi akhirnya jadi terdakwa karena tertangkap tangan menerima suap. Dia mengatakan dijebak teman sendiri. Bisa jadi kalau diperiksa, keterangannya akan merambah ke mana-mana. Iman kuat yang dipertahankan bertahun-tahun akhirnya jebol (rusak), tidak kuat karena menerima suap Rp 3,7 miliar dalam situasi dan kondisi amenangi jaman gendheng (waras = saat iman kuat, edan = saat iman rusak berat). Penyebabnya, karena dia manusia biasa dan ada kesempatan yang diprediksi tepat. Siapa yang menjebak, juga manusia. Di samping itu zaman gendheng juga menimbulkan sikap orang jadi aneh. Contoh seorang ibu menjual mobil seharga Rp 85 juta yang uangnya dibelikan tanaman hias Gelombang Cinta 3 pot. Karena zaman gendheng, daun dibeli jutaan rupiah. Memang indah dipandang mata tetapi suatu saat di malam hari tiga pot tersebut dicuri orang dan si ibu tadi lalu stroke. Semestinya manusia wajib eling dan waspada. Mari berhati-hati di zaman gendheng ini, iman harus tetap kuat dan jangan sampai jebol. Moeljono HP Jl Banteng Utara VII/1 Semarang. *** Mushola Baitul Muttaqin Warga Widuri I RT 2/RW 5 Kelurahan Bangetayu Kulon Genuk, Semarang akan membangun mushala "Baitul Muttaqin" di tanah wakaf seluas 105 m2 dengan rencana anggaran sekitar Rp 25 juta. Untuk tahap awal dana hasil swadaya masyarakat, namun berharap ada donatur yang membantu dengan menghubungi panitia di 081.325. 859810. Ma'ful Prayitno (Ketua Panitia). *** Beli Printer Canon Saya membeli printer merk Canon Pixm IP 1888 di sebuah toko di Jl Mesjid Purwokerto dengan harga Rp 555.000, garansi 10 bulan. Namun betapa kecewanya, belum 100 lembar saya pakai nge-print, printer sudah tidak bisa berfungsi. Setelah saya bawa ke tokonya lagi, ternyata cartridge tinta hitamnya rusak. Saya klaim karena masih masa garansi, namun cartridge katanya tidak termasuk dalam garansi. Padahal pada nota pembelian tidak ada klausal itu yang berarti seluruh komponen printer bergaransi bila terjadi kerusakan. Akhirnya dengan terpaksa saya beli cartridge baru seharga Rp 135.000. Printer berfungsi lagi dan saya pakai nge-print tulisan warna. Namun belum ada 10 lembar tidak berfungsi lagi hingga saya bawa lagi ke tokonya. Betapa kecewanya lagi, sebab cartridge warnanya rusak dan saya harus mengganti seharga Rp 220.000. Saya tanya ke teknisi penyebab rusaknya cartridge printer merk Canon Pixma 1888. Jawabannya, printer ini memang cartridgenya mudah rusak dan katanya banyak pembeli yang komplain. Jawaban sama saya terima dari teknisi elektronik di sebuah toko di Kroya. Saya berkesimpulan printer tersebut merupakan produk yang gagal tapi tetap dijual ke pasaran. Sekarang printer saya sudah dua bulan menjadi barang rongsok yang masih mengkilap dan terbungkus plastik berada dalam dus yang mewah. Mohon tanggung jawab perusahaan Canon atas kerugian yang saya derita. Kepada Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia tolong lindungi konsumen jangan sampai ada korban lain. Ruslim Hendriana SPd Karangmangu RT 2/RW 5 Kroya, Cilacap *** Rasa Sayange Peristiwa unik terjadi di Indonesia. Lagu Rasa Sayange yang di kumandangkan Malaysia untuk mempromosikan wisatanya diprotes pemerintah kita. Mestinya bangga lagu tradisonal yang jarang dinyanyikan disini itu tiba-tiba menjadi "hits" lantaran kita terlena dengan syair "Kamu ketahuan pacaran lagi. Apanya yang salah. Toh kita tidak nguri-nguri warisan budaya adiluhung . Akibatnya setelah lagu itu dinyanyikan bangsa serumpun baru kita protes. Riuh rendah klaim terhadap lagu sebenarnya telah banyak terjadi. lngat lagu Ayam yang diciptakan Jeffri Bule di klaim pencipta lagu asal Malaysia sebagai ciptaannya. Upaya untuk menggugat sampai datang ke Indonesia. Ini menandakan dia bersikap ksatria. Seolah benar lagu itu ciptaannya. Mestinya hal semacam itu juga dilakukan pemerintah terhadap lagu Rasa Sayange walau tercantum pencipta No Name. Tapi syukurlah pemerintah Malaysia sekarang mengurangi porsi lagu itu. Termasuk lagu pop Indonesia juga nasibnya serupa. Padahal grup band kita banyak disukai di sana. Terhadap lagu saja ribut, bagaimana jika dibandingkan dengan nasib para TKW yang teraniaya dan tewas ? Agus Eko Santoso SE Pondok R Patah Blok Kl/21, Demak. *** Tujuh Keajaiban Alam Indonesia Dalam pelbagai literatur, Candi Borobudur tidak pernah masuk dalam daftar tujuh keajaiban dunia. Peluang bangsa kita dengan kekuatannya sendiri untuk secara "resmi" memasukkan sebagai salah tujuh keajaiban dunia yang dibuka The New7Wonders Foundation sejak 2001, hanya disia-siakan. Pemerintah cadok, gagap teknologi dan telat mikir. Akibatnya membuat potensi suara populasi warga Indonesia yang 200-an juta lebih untuk mengikuti jajak pendapat itu hanya muspra. Kini hadir peluang lain. Yayasan yang sama membuka jajak pendapat melalui Internet hingga 08-08-08 dalam menominasikan Tujuh Keajaiban Alam Baru Dunia. Tergerak untuk tidak mengulangi blunder yang sama dan tidak usah menunggu prakarsa pemerintah, maka kami Epistoholik Indonesia (EI) dan Republik Aeng-Aeng berprakarsa meluncurkan kampanye nasional, menggalang warga Indonesia untuk mengikuti jajak pendapat tersebut. Berdasarkan kajian,situs-situs yang dinominasikan untuk dipilih, infonya ditulis dalam bahasa lnggris demi memudahkan mengisi jajak formulir jajak pendapat secara copy/paste. Yaitu meliputi, Komodo National Park (kategori:Animal Reserve), Lorentz National Park (Nature Conservancy Park), Sangiran (Prehistoric natural site), Ujung Kulon National Park (Nature Conservancy Park). Kemudian Tropical Rainforest Heritage of Sumatra (Forest, Wood). Kelimanya sudah terdaftar sebagai situs warisan dunia oleh Unesco. Ditambah Heart of Borneo (Nature Conservancy Park) pilihan WWF dan Coral Triangle Papua (Underwater World, Reef) pilihan Conservation International (AS). Daftar ini dapat diperkaya dengan situs lainnya, asal berada di tanah air tercinta. Informasi lebih lanjut, silakan akses ke blog 7 Indonesia Untuk Dunia di : http://7indonesia.blogspot.com. Ayo bangkit bangsa Indonesia. Kini kita semua memiliki kekuatan sendiri untuk mampu mengangkat khasanah alam kebanggaan negeri tercinta untuk didaulat sebagai salah satu dari tujuh keajaiban alam yang baru.. Bambang Haryanto (081329306300) Jl Kajen Timur 72, Wonogiri *** "Negeri Sepotong" Saya ingin menceritakan tentang sebuah negeri yang bernama "Negeri Sepotong". Disebut "Negeri Sepotong" karena semua serba sepotong, tidak ada yang utuh sempurna atau bulat dan lengkap. Yang namanya keadilan saja hanya sepotong apalagi yang lain. Gimana tidak, keadilannya hanya membela kepentingan orang yang berkantong tebal dan dekat pejabat saja. Sementara kaum miskin papa makin sengsara dan terlantar dihimpit kemiskinan dan kebodohan serta penindasan hak asasinya. Memang di negeri ini semua orang bebas "berkoar", mulai dari mengkritik kebijakan, menghujat pejabat sampai melakukan aksi berdarah. Tapi, biar pun bebas "berkoar" tetap saja aspirasinya hanya mengambang dan akhirnya hilang. Jangan heran kalau sebagian warga hanya mengenakan pakaian serba sepotong dari rok, celana dan baju. Biar dibilang gaul dan keren, sekaligus beramal dengan memamerkan aurat. Nah kalau sudah begini tidak mengherankan kalau akhirnya berimbas pada ketebalan iman yang tinggal sepotong. Ketika mata melihat aurat yang terbuka, ujung-ujungnya syahwat naik ke kepala dan akhirnya terjadilah adegan layaknya "Tragedi Maria Eva" (kalau yang ini namanya degradasi moral). Dari ketebalan iman yang tinggal sepotong itulah tercipta mental yang sepotong juga. Ternyata mental sepotong ini justru dimiliki oleh sebagian besar pemimpin beserta staf negeri ini. Sepotong membela rakyat sepotong lagi memperkaya diri sendiri. Mau tahu gimana caranya, tentu dengan cara "sepotong-sepotong" artinya sepotong untuk rakyat sepotong untuk pejabat. Pokoknya di negeri ini berlaku prinsip "beri sepotong dapat sepotong, bagi sepotong minta sepotong". Percayakah kalau "Negeri Sepotong" itu benar-benar ada?. Kalau menurut saya sih jelas ada karena saya hidup di negeri tersebut dan sedang berjuang dengan sepotong harapan untuk menghanguskan mental sepotong penguasa. Tapi berhubung harapannya cuma sepotong, jadi hasilnya ya tetap saja negeri ini menjadi negeri yang sepotong. Bagi yang tidak percaya silakan bertanya pada Gus Pur (Guru Bangsa Republik Mimpi) Beliau pasti akan menjawab "Gitu aja kok repot...ya pasti ada tho. Lha wong dulu saya pernah memimpin negeri itu kok. Tapi yaitu, waktu yang diberikan pada saya untuk merubah negeri ini menjadi negeri yang utuh (maksudnya demokrasinya...) cuma sepotong karena harus dilengserkan. Kalau masih belum percaya silakan bertanya pula pada Pak Jarwo Kuwat, Vice-President Republik Mimpi. Beliau pasti juga akan menjawab "Gimana sih Anda ini... Aya-aya wae...ya pasti ada tho. Apa Anda ini tidak tahu kalau sekarang saya yang mengendalikan negeri dengan bermodalkan kekuasaan yang sepotong biar bisa dapat sepotong kekayaan". Kalau masih tidak percaya lagi, silakan bertanya pada rumput yang bergoyang. Ninik Indarni (085225130462) Sriwulan RT 6/RW 1 Sayung, Demak *** Porwakos Mengikuti pelaksanaan Porwakos di mana KONI Kota Semarang memberikan bantuan Rp 400 juta lebih untuk 22 cabang olahraga yang dipertandingkan, bisa dibayangkan panitia maupun atlet yang akan terjun pada acara tersebut tentu bersemangat juang pula. Dedikasi dan kecintaan mereka pada masing-masing cabang akan makin tinggi. Tanpa dilandasi kecintaan olahraga tentunya panitia dan atlet malas menyelenggarakan atau mengikuti event tersebut bila hanya berpikiran berapa uang yang akan didapat. Memang mereka menyadari ini bukan event profit (tidak menghasilkan uang). Tapi yang diharapkan menghasilkan prestasi apalagi penonton tak dipungut uang dan semua pemain warga Semarang sendiri). Bisa dibayangkan betapa njomplangnya biaya tersebut bila dibandingkan dengan anggaran PSIS, padahal setiap pertandingan ada penjualan tiket. Kalau PSIS bersifat amatir ya biarkan timbul secara alami sebagai olahraga prestasi seperti lainnya. Tapi kalau profesional ya lakukan pengelolaan seperti klub luar negeri yang tidak membebani APBD. Kalau saya perhatikan pemakin PSIS sekarang tidak seluruhnya murni warga kota. Melihat data tersebut saya salut pada teman-teman yang masih komitmen berjuang untuk mensukseskan Porwakos meski dengan dana terbatas. Mari warga Semarang sukseskan olahraga ini agar dapat mencapai tingkat prestasi lebih tinggi. Salam olahraga untuk para atlet dan penyelenggara. Tegakkan sportivitas panji-panji olahraga. Hanya insan pecinta olahraga yang konsisten dan tetap komitmen yang akan menyelamatkan sportovitas di dalam atau di luar arena serta tidak mudah hanyut dalam tawuran. Sudjarwo Jl Padangsari 20, Semarang |