| Senin, 05 Nopember 2007 | NASIONAL |
SOSOKTak Tahan Lama
PADA acara kongkow-kongkow yang digelar salah satu radio swasta di Jakarta, Sabtu (3/11), Ketua Umum Dewan Syura DPP PKB KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mendapat pernyataan menggelitik dari salah seorang penelepon. ''Kenapa Gus Dur pintar dan alim tidak mau ngaku menjadi nabi,'' ujar penelpon itu. Apalagi sekarang lagi ramainya munculnya aliran Al Qiyadah yang pemimpinya mengaku menjadi nabi. Karuan saja Gus Dur dengan selorohnya jawab dengan ceplas-ceplos. ''Saya bukan orang gila. Yang ngaku nabi itu kan orang gila,'' ujar cucu pendiri NU itu. Pasalnya, sudah jelas Nabi Muhammad SAW itu adalah nabi dan rasul terkahir, tidak ada nabi lagi setelah itu. ''Makanya yang ngaku, saya katakan gila.'' Anehnya, orang seperti itu ditanggapi dan dibesar-besarkan. Apapun dan siapa pun yang palsu itu tidak akan bertahan lama. ''Biar saja kan hilang sendiri nanti, wong palsu, tidak tahan lama,'' ujar Gus Dur dalam acara rutin setiap Sabtu pagi dan digelar secara terbuka itu. Baginya, orang seperti Ahmand Mushaddeq perlu didekati, dibimbing dan diajak dialog karena apa yang dilakukan adalah salah. ''Saya bilang salah, bukan memakai istilah sesat,''ujar Gus Dur.(A Adib-77) | ||||