| Senin, 05 Nopember 2007 | NASIONAL |
Doa, Senjata yang Sering Terlupakan
DOA adalah permintaan atau permohonan kepada Allah SWT untuk memperoleh sesuatu yang diinginkan. Sebagai senjata, doa sering dilupakan terutama ketika menghadapi berbagai masalah sepanjang kehidupan di dunia. "Rasulullah pernah menegaskan, sebagai senjata orang mukmin, doa perlu dihayati sepenuhnya oleh umat Islam. Doa menjadi tanda perhambaan manusia kepada Allah," kata Drs H Kusjono dalam acara Halalbihalal Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI), Indonesia Marketing Association (IMA) dan Serikat Penerbit Surat Kabar (SPS) Jateng, Sabtu (3/11) malam, di Hotel Grand Candi. Hadir dalam acara bertajuk "Sinergi Dunia Usaha untuk Kemajuan Jawa Tengah" itu, Kukrit SW (Ketua BPD Hipmi Jateng), Ir Solichedi (Ketua Kadin Jateng), Adi Ekopriyono (Vice President IMA Jateng), Dwi Harjono (GM Coca Cola Jateng), H Lukman Markani (Ketua PPGI Kota Semarang), dan Toni Djoko Haryono (Korwil ESQ Jateng). Kusjono mengatakan, doa biasanya disampaikan dengan cara merintih dan merayu, serta mengadu tentang segala hal dan permasalahan dengan air mata berlinang mengharapkan pertolongan Allah. "Doa tak hanya sekadar sebagai cara pengaduan kepada Allah, tetapi juga sebagai ibadah yang amat agung," ujarnya di hadapan puluhan tamu undangan. Doa Mustajab Doa memainkan peranan penting dalam melembutkan hati dan membukakan jalan untuk mendapat hidayah-Nya. "Allah menjadikan doa sebagai perisai dalam menghadapi bencana," tambahnya. Dalam beberapa riwayat hadis, Kusjono menjelaskan, ada golongan orang yang doanya mustajab dan dikabulkan oleh Allah. Di antaranya adalah doa orang yang teraniaya, doa orang tua terhadap anak dan doa seorang musafir yang bertujuan baik. Selain, doa mereka yang menunaikan ibadah haji atau umrah, doa orang yang berpuasa, doa orang yang memperbanyak berdoa pada saat lapang dan bahagia, dan doa seorang sahabat untuk sahabatnya juga termasuk doa yang mustajab. "Jelas sudah bagi orang-orang yang termasuk dalam golongan tersebut, Allah akan memuliakan mereka dan doanya juga dijanjikan makbul selagi tidak membawa maksiat atau kejahatan," tuturnya. Menurutnya, tiap manusia perlu memahami doa yang dikabulkan oleh Allah adakalanya berdasar apa yang diminta manusia atau menjauhkan dari kejahatan. "Bisa juga Allah menangguhkan doa kita untuk dijadikan sebagai pahala di akhirat kelak," paparnya.(Fani Ayudea, Moch Kundori-77) | ||||