logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 05 Nopember 2007 NASIONAL
Line

19 TKI Ilegal Gagal Berangkat

  • Ditangkap di Pelabuhan Tanjung Emas

DIAMANKAN PETUGAS:Sebanyak 19 TKI ilegal dari Brebes dan Nusa Tenggara Barat diamankan petugas KP3 ketika hendak berangkat menuju Pontianak melalui Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Sabtu (3/11).(30)

SEMARANG- Sebanyak 19 calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal yang hendak berangkat menuju Malaysia berhasil digagalkan Polsek Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KP3) Tanjung Emas Semarang, Sabtu (3/11), sekitar pukul 17.00.

Ke-19 calon TKI yang berasal dari Brebes dan NTB itu rencananya hendak menuju Malaysia melalui Pontianak. Mereka akan menumpang KM Marissa Nusantara dari Pelabuhan Tanjung Emas.

Dari jumlah itu, 15 orang berasal dari Brebes dengan koordinator Kholidin (52) dan 4 lainnya dari NTB dikoordinatori Murahat. Petugas akhirnya menahan kedua koordinator itu dan menetapkannya sebagai tersangka.

Kapolresta Semarang Timur AKBP Agustin Hardiyanto melalui Kapolsek KP3 AKP Ferry Sandy Sitepu SIK mengatakan para calon TKI itu ditangkap karena terbukti tidak memiliki dokumen sah. Mereka tidak memiliki paspor, visa, ijazah kelulusan tenaga kerja, asuransi, dan surat keterangan Depnaker sebagai syarat menjadi TKI.

Perkebunan Sawit

Berdasar keterangan calon TKI itu, lanjut Kapolsekta, mereka berencana akan menggunakan jalan darat setibanya di Pontianak menuju Kuching dan Entikong. "Mereka berniat berangkat karena dijanjikan bekerja sebagai buruh perkebunan kelapa sawit," katanya.

Untuk bisa bekerja di Malaysia, kedua koordinator itu menarik biaya berbeda. Untuk calon TKI dari Brebes ditarik Rp 1,7 juta dan dari NTB 2,25 juta.

Petugas menduga, kedua koordinator itu sudah memilik jalur di sana, karena mereka membawa calon TKI hanya sesuai permintaan dari cukong di sana. Apalagi keduanya mengaku sudah beberapa tahun bekerja di sana.

Namun di hadapan petugas mereka mengaku baru sekali ini membawa TKI ilegal. "Saya tidak mengajak para tetangga untuk ikut, mereka sendiri yang meminta untuk bekerja di sana," tutur Kholidin.

Pria itu mengaku akan menerima bagian dari upah para TKI yang berhasil dibawanya. Mereka akan mendapat fee 5 sen/ton dari upah orang-orang yang dibawanya itu.

Menurut Kholidin, mereka akan bekerja di perkebunan kelapa sawit di Malaysia dengan gaji 35 ringgit/ton dengan sistem borongan.

Jaeni, salah seorang calon TKI menyatakan Kholidin memang tidak mengajak mereka pergi ke Malaysia. Keberangkatan mereka keinginan sendiri dengan harapan mendapat uang banyak untuk mengubah nasibnya.

"Saya sudah membayangkan bekerja di Malaysia, namun tidak dikira malah diamankan polisi," tutur Jaeni yang sudah memiliki paspor dan visa itu sembari menangis.(H23,H40-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA