| Senin, 05 Nopember 2007 | NASIONAL |
WPP Tekankan Peran Perempuan dalam PilkadaKUDUS- Posisi perempuan di berbagai bidang saat ini bisa dikatakan lebih baik, meski sebenarnya belum cukup. "Sebenarnya beberapa hal masih membuat perempuan kurang diperhitungkan. Tapi saya rasa kapasitas perempuan saat ini sudah lebih dihargai, " kata Ketua Wilayah Wanita Persatuan Pembangunan (WPP) Jateng, Dra Hj Munawaroh saat halalbihalal dan Muskerwil di pendapa Kabupaten Kudus, Minggu (4/11). Untuk itulah, pada Muskerwil kali ini WPP sebagai ormas perempuan dari PPP ingin menekankan isu utama peningkatan kapasitas perempuan dalam pilkada. Selama ini keterlibatan aktif perempuan dinilai masih lemah dalam agenda semacam itu. Munawaroh, menegaskan peran serta perempuan tidak hanya sebagai politisi saja. "Kita sangat mendukung kiprah perempuan yang terjun ke politik praktis, tapi juga kita siapkan keterlibatan di tingkat bawah. Meskipun sebagai pengawas di tingkat terbawah sekali pun sudah menjadi wujud kepedulian perempuan, " katanya. Tingkat Bawah Ketua Wilayah I WPP, Dra Hj Endang Sri Hastuti menyatakan peran perempuan dalam politik yang dilakukan pada tataran akar rumput tidak kalah penting dengan pelaku politik praktis. Di tingkat bawah justru banyak informasi yang terlewatkan. "Saya pikir kita mampu melakukan itu, Karena kita sudah punya intensitas di sebuah organisasi," kata Pimpinan Cabang WPP Kudus, Siti Qomariah. Secara konkret Munawaroh menyatakan WPP akan mengadakan lokakarya bagi kader pengawas pilkada. "Ini yang harus kita kuatkan. Kita akan membentuk kader-kader (perempuan) yang bisa mengawasi dan menjadi agen informasi sampai di tingkat desa," katanya. Pelatihan terhadap kader-kader itu bisa mempermudah koordinasi antarjenjang dalam sebuah partai. Selain itu muskerwil kali ini juga menekankan pentingnya perempuan sebagai penyeimbang fungsi sosial, khususnya kesehatan spiritual sebagai landasan kemajuan. "Untuk memberantas korupsi, misalnya, sebagus apapun produk hukum tidak berarti apa-apa jika manusianya masih 'sakit'," terangnya. Maka kehusyukan ibadah sebenarnya harus ditata dan dikaji ulang. "Jika ibadah benar maka sebenarnya ia tidak hanya punya arti ritual saja, namun juga punya fungsi aktual dalam masyarakat," katanya. Bupati Kudus HM Tamzil mengakui jika perempuan mempunyai peran yang penting. Bukan saja peran langsung di kancah politik, tapi juga peran di rumah tangga. "Cinta, kerja keras, kejujuran, keberanian, dan kesetiaan perempuan niscaya memberikan kontribusi positif bagi suami dan keluarga," ujarnya. Selain pengurus wilayah dan cabang WPP dan Bupati Kudus, acara itu dihadiri Ketua PPP Jawa Tengah Hisyam Alie, ulama dan tokoh masyarakat H Amin Syukur. Dari sekitar 500 undangan, turut serta ormas-ormas lain seperti Muslimat, Fatayat, Al Hidayah, PKK dari tingkat provinsi dan kabupaten di Jawa Tengah.(son-77) |