| Senin, 05 Nopember 2007 | NASIONAL |
Kecelakaan KA, Sembilan Saksi DiperiksaBANDUNG- Penyebab kecelakaan kereta api di dekat Stasiun Plered, Kabupaten Purwakarta Sabtu (3/11) masih diselidiki. Kemarin, Tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Puslabfor Mabes Polri memeriksa dua gerbong KA Argo Gede. Polisi terus mengumpulkan keterangan para saksi di sekitar kejadian. Sembilan saksi diperiksa, enam petugas PT KA dan tiga warga. Di antaranya, masinis, asisten masinis, mekanik Argo Gede, petugas restorasi, petugas PPKA di Stasiun Cisomang dan Stasiun Plered. Siapa yang paling bertanggung jawab atas peristiwa itu, masih dalam pegembangan. "Kami belum menetapkan tersangka. Keterangan dari para saksi terus dilakukan. Kami juga menunggu temuan Puslabfor dan keterangan dari saksi ahli," tandas Kapolres Purwakarta, AKBP Syufian Syaarif. PT KA juga menurunkan tim internal untuk memeriksa pegawainya. Saat kejadian, Argo Gede dimasinisi Dian Supardi, asisten Suwarno, dan petugas lalin KA, M Harun. "Tim sudah melakukan observasi di lapangan. Besok (hari ini), tim mulai memanggil personel yang terkait dengan peristiwa luar biasa hebat tersebut untuk dimintai keterangan," tandas Jubir PT KA Pusat, Noorhamidi. Meski jalur Bandung-Jakarta sudah normal, titik tabrakan antara gerbong tak bertuan dengan KA Ekonomi di dekat Stasiun Plered belum bisa dilalui dengan kecepatan penuh. Jika biasanya KA dapat melaju sampai 60 km/jam, kemarin dibatasi kecepatannya 20-40 km/jam. Kondisi trek masih dimantapkan. Juru bicara Daop II Bandung, Mateta Rijalulhaq menyatakan kecuali gerbong yang terbakar, gerbong makan ditarik ke Balai Yasa Manggarai untuk diperbaiki. Gerbong K1.4 Argo Gede itu ditahan di Stasiun Cisomang, karena masih diteliti oleh petugas KNKT, Puslabfor, dan Tim Internal PT KA. Lokomotif KA Ekonomi juga sudah ditarik ke Bandung. Seperti diberitakan, kecelakaan melibatkan rangkaian KA Argo Gede, KA Ekonomi, dan sepeda motor terjadi di antara Stasiun Cisomang dan Stasiun Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat sekitar pukul 14.10, Sabtu (3/11). Dua orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Korban tewas adalah pengendara motor Azhari (45), PNS Disnaker Purwakarta, dan penumpang KA Ekonomi Ponimin (53), warga Cangkring, Bekasi. Kejadian itu bermula saat gerbong kelima dari enam gerbong rangkaian KA Argo Gede jurusan Jakarta-Bandung terbakar akibat konsleting. Petugas melepas dua gerbong, yaitu gerbong penumpang eksekutif yang terbakar dan gerbong makan paling belakang. Gerbong makan menggelinding lalu menghantam sepeda motor dan baru berhenti setelah menabraka KA Ekonomi. (dwi-60) |