logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 05 Nopember 2007 NASIONAL
Line

Tolak PLTU Cirebon, Warga Blokir Pantura

CIREBON- Ribuan warga Kecamatan Astana Japura, Kabupaten Cirebon, mengatasanamakan Rakyat Penyelamat Lingkungan (Rapel) kemarin sekitar pukul 10.30 menggelar aksi long march sejauh dua kilometer. Mereka juga memblokade jalur pantura. Itu dilakukan usai demo menolak Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di lokasi proyek PLTU di Desa Kanci Kulon, Asjap, Cirebon.

Mereka menolak PLTU karena pembebasan lahan masih menyimpan masalah dan dokumen AMDAL belum selesai. Juga karena kekhawatiran munculnya hujan asam jika PLTU beroperasi, sehingga bisa mengakibatkan kerusakan lingkungan dan gangguan kesehatan. Aksi itu menyebabkan aktifitas pengurukan tanah di lokasi proyek berhenti. Belasan dump truk tanah antre di pinggir jalan, dan belasan lainnya tertahan di lokasi proyek di dekat pantai.

Menurut koordinator aksi Aan, pengembang PLTU yaitu PT Cirebon Electrik Power (CEP) tidak mempunyai iktikad baik untuk mematuhi ketentuan lingkungan hidup. Perusahaan itu dinilai memaksakan pengurukan tanah sebelum dokumen AMDAL diselesaikan, dan tidak berupaya pembebasan secara transparan.

Dia juga ragu dengan klaim PT CEP yang mengaku sudah membebaskan lahan 55 hektare, padahal kenyataan di lapangan hanya sekitar 30 hektare yang sudah dibebaskan.

Berlebihan

Sebelumnya Asisten Direktur PT CEP, W Adjinugroho mengatakan, kekhawatiran masyarakat tentang adanya hujan asam itu terlalu berlebihan. Sebab pihaknya akan menggunakan teknologi superkritikal terkini untuk menekan polusi asap buangan.

"Bahan batubara yang digunakan juga berkualitas baik karena mempunyai kandungan sulfur yang rendah yaitu maksimal 0,2 persen. Sementara cerobong buangan setinggi 290 meter lebih. Asap benar-benar terbuang jauh," katanya.

Ia menegaskan, mesin uap yang digunakan merupakan mesin baru dengan tingkat emisi gas buang yang rendah di bawah ambang batas yang ditentukan pemerintah. (ant-60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA