| Senin, 05 Nopember 2007 | NASIONAL |
Gereja Isa Almasih Kembali DigangguPATI- Gangguan terhadap Gereja Isa Almasih kembali terjadi. Minggu (4/11) siang, kaca di bawah genteng gereja pecah akibat dilempar batu oleh orang tak dikenal. Sebelumnya, Sabtu (3/11) dini hari gereja di Jalan Dr Wahidin No 8 itu, juga dilempar dua bom molotof. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, pelemparan batu terjadi pukul 12.45. Saat itu, pelaku yang mengendarai sepeda motor Suzuki A 100 warna biru muda berplat nomor merah, saat memanjat pagar, sempat ditegur Adi Waluyo, satpam yang kebetulan piket. Namun, pelaku tetap nekat melempar gereja dengan batu. Bahkan, satpam juga jadi sasaran pelemparan. Beruntung dia bisa mengelak sehingga tidak terluka. Menurut Adi, pelaku yang seorang diri datang dari arah utara tiba-tiba berhenti tepat di depan papan nama gereja. Lantas merogoh satu celana untuk mengambil batu dan langsung menimpuk kaca di atas pintu masuk gedung kebaktian yang bergambar yesus. Karena ditegur pelaku masih nekat, dia pun meminta bantuan anggota polisi yang tengah piket di kediaman Kapolres Pati AKBP Drs Darto Juhartono yang bersebelahan dengan gereja. Dijaga Ketat Namun, saat dilakukan pengejaran pelaku tidak terlacak lagi. Menurutnya, pelaku kabur ke arah selatan dan belok ke kiri melintas di Jalan Tondonegoro. Meski telah terjadi gangguan, namun aktivitas gereja tetap berjalan sebagaimana biasa. Bedanya, kebaktian Minggu yang berakhir pukul 18.10 dijaga ketat aparat keamanan baik yang berseragam maupun tidak. Seorang pendeta gereja tersebut, Andreas Aris HS saat ditemui sesuai kebaktian menyatakan, tidak terganggu atas aksi tersebut. Namun, dia enggan berkomentar lebih jauh tentang kejadian itu. "Kami belum bisa mengatakan ini aksi teror atau apa. Yang pasti selama ini kami tidak pernah merasa punya masalah dengan pihak manapun," jelas dia. Dia juga mengimbau kepada jemaat tetap tenang menyikapi peristiwa itu dan tetap fokus beribadah seperti biasanya. Sementara itu, sampai kemarin malam, pihak kepolisian belum bisa memberikan keterangan resmi. Sejumlah perwira yang berada di lokasi kejadian juga belum bisa mengeluarkan pernyataan. Telepon selular Kapolres Pati Drs Darto Juhartono dan Kapolwil Pati Kombes Drs HM Zulkarnain tidak ada jawaban. (fen-46) |