| Minggu, 04 Nopember 2007 | NASIONAL |
Polisi Tetapkan Enam TersangkaMarkas Al Qiyadah di Kartasura DigeledahSOLO- Markas pengikut ajaran Al Qiyadah Al Islamiyah yang berada di Jl Indranata V/ 99, Indanatan RT 1 RW 4, Ngabeyan, Kartasura, Sukoharjo digeledah petugas Polwil Surakarta, Sabtu kemarin. Sejumlah barang bukti, di antaranya kitab Alquran, Al Kitab dan satu set komputer diamankan. Penggeledahan yang dilakukan di rumah milik Wagimin warga Salatiga tersebut dilakukan sekitar pukul 14.00. Rumah itu merupakan kontrakan pengurus Al Qiyadah, Eka Prasetya alias David Zidane, yang beberapa hari lalu menyerahkan diri ke Mapolwil. Sebelum menggerebek, polisi mendatangi Ketua RT setempat untuk menjadi saksi. Setelah memberikan penjelasan cukup lama, akhirnya penggerebekan rumah dengan tiga kamar tersebut dilakukan. Kali pertama pintu rumah terbuka, nampak kursi dan meja di ruang tamu lengkap dengan telepon. Di dekatnya terdapat satu meja dengan beralaskan karpet merah yang kemungkinan besar digunakan untuk pegajian jamaah tersebut. Di sebuah rak yang memisahkan tempat pengajian dengan ruang tamu, tergantung dua kunci mobil, serta barang lainnya seperti asbak. Polisi melanjutkan penggeledahan di sebuah kamar yang ditempati oleh David Zidane. Di dalam kamar itu terdapat 1 unit komputer lengkap dan buku-buku yang terkait dengan jamaah. Di antaranya kitab Alquran, Al Kitab (Injil), buku NII karangan Suroso Abdul Salam, bendel foto kopian berjudul Perbandingan Tuhan Islam vs Nasrani. Petugas yang membuka komputer tersebut juga menemukan data tentang pengikut jamaah Al Qiyadah atau dalam istilah mereka Quwwatul Ummah Buruj Solo sejak 12 Agustus hingga Oktober 2007. Dalam data tersebut terdapat 419 pengikut dari berbagai daerah di Surakarta. Penggeledahan kembali dilakukan di kamar milik Sigit Swandito alias Rohul Qudus. Di dalam kamar tersebut juga ditemukan beberapa buku panduan yang terkait dengan jamaah itu. Buku dan barang tersebut kemudian dibawa keluar untuk di data. Petugas juga menemukan sisa kertas yang telah dibakar di dekat sumur rumah tersebut. Namun belum bisa diketahui apa isinya karena kondisinya sudah sangat rusak. Di rumah tersebut juga terdapat tiga unit kendaraan bermotor, tetapi tidak dibawa oleh petugas. Mengaku Mahasiswa Ketua RT 1 RW 4, Darmuji, mengaku tidak pernah tahu tentang gerak-gerik dan kegiatan orang yang mengontrak di rumah itu. Yang dia tahu, mereka mengaku mahasiswa dari Yogyakarta. "Saya tidak begitu mengetahui apa saja kegiatan mereka di rumah ini. Yang saya tahu mereka berjumlah lima orang dan menempati rumah itu lebih dari satu tahun, itu saja," terangnya. Setelah semua barang bukti diamankan, polisi membuat surat yang diserahkan kepada Ketua RT setempat untuk membawa barang-barang itu. Penggeledahan tidak hanya dilakukan di Ngabeyan, sebab polisi terpecah menjadi tiga tim. Dua tim lainnya bergerak ke tempat Subandi di Mayang, Gatak, Sukoharjo serta ke daerah Karanganyar, yakni Tasikmadu dan Colomadu. Di dua tempat ini juga ditemukan sejumlah buku-buku terkait dengan jamaah tersebut. Hal yang sama juga ditemukan di Mayang, Gatak, Sukoharjo. Menurut informasi yang bisa dipercaya di tempat itu ditemukan satu buah buku berisi tentang neraka. Kapolwil Surakarta Kombes Pol Yotje Mende mengatakan, setelah dilakukan penggeledahan di 11 titik yang tersebar di Klaten, Karanganyar dan Sukoharjo serta Sragen, polisi menetapkan enam tersangka. Mereka adalah para pengurus, masing-masing pimpinan I, Eka Prasetyo ,pengurus bidang SDM, Asror Murtiyadi alias Mikael Muklas,bendahara, Agus Sugiyono alias Agus, bidang keilmuan, Tri Setyo Budi dan Hery Murtopo alias Heru. sisanya ditetapkan sebagai saksi. "Berdasarkan barang bukti yang sudah ditemukan di berbagai tempat, kami menetapkan enam tersangka karena sudah terbukti menyebarkan ajaran sesat tersebut," ujar Kapolwil. Memantau Terkait keberadaan anggota Al Qiyadah yang berdomisili di wilayah Sukoharjo, Kapolres Sukoharjo AKBP Yudawan Roswinarso mengatakan, pihaknya akan mengintensifkan pemantauan di seluruh wilayah. "Penanganan masalah ini kan ada di polwil. Tapi kami di polres tetap memantau situasi. Seluruh jajaran polsek juga lebih disiagakan," katanya. Penuturan senada juga diungkapkan Kepala Depag Sukoharjo Rasyidi Masyhur. Ia mengatakan, Depag terus memantau wilayah di tingkat kecamatan dan desa, untuk mengetahui apakah ada aliran seperti Al Qiyadah atau tidak. (H46,H44-11) |