logo SUARA MERDEKA
Line
Minggu, 04 Nopember 2007 NASIONAL
Line

Aliran Tidak Sesat


JIKA kuasa yang bicara, maka orang gampang main paksa. Pemilik kuasa dipastikan pengidap ge-er syndrome, menyangka dirinya pemilik tunggal kebenaran. Semua harus tunduk kepada kemauan si pemonopoli kebenaran itu. Yang tidak tunduk mengikuti maunya, ngeyel melulu, bisa dikategorikan musuh. Dan karena statusnya musuh, maka ia harus ditaklukkan.

Kalau tetap bandel, maka satu-satunya cara ya dipaksa. Dipaksa mengakui sebuah "kebenaran", meski bagi para ndableg-er yang menempuh jalannya sendiri itu, "kebenaran" yang dimaksud belum tentu kebenaran yang sejati.

Menyadari bahwa "kebenaran" itu bersifat relatif, maka Mas Celathu yang memiliki kuasa mutlak sebagai orang tua, tidak ingin memaksakan kehendak di wilayah kekuasaannya yang bernama rumah tangga itu.

Ia hanya ingin belajar menjadi orang tua yang bijaksana. Yang bisa menghargai perbedaan dan menerima aneka kecenderungan anak-anaknya, termasuk menerima kemungkinan seandainya anak-anaknya punya kecenderungan yang bertolak belakang dengan dirinya.

Mas Celathu sudah siap lahir batin untuk itu. Terus terang, Dia punya trauma terhadap kebijaksanaan paksa-memaksa sebagaimana dulu pernah sukses dipamerkan Orde Baru.


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA