logo SUARA MERDEKA
Line
Minggu, 04 Nopember 2007 NASIONAL
Line

kebakaran Pedagang Kecil Merintih Lagi (2-Habis)

Modal Kulakan Tipis, Jual Dagangan Tersisa


SM/Ruli Aditio JUALAN DI MOBIL: Pedagang daging menggelar dagangannya di atas mobil pikap setelah Pasar Bitingan Kudus terbakar. (60)

WAJAH para pedagang yang menjadi korban kebakaran Pasar Bitingan Kudus, kemarin masih nampak muram. Beberapa di antara mereka, meski telah menggelar dagangan seadanya di jalur lambat Jalan Dr Ramelan (100 meter dari lokasi pasar yang dilalap api Jumat dinihari lalu), pandangannya kosong.

Pedagang daging, Mariana (35), warga Desa Kaliwungu, Kecamatan Kaliwungu, Kudus terdiam menunggu pelanggannya. Tak lama datang pembeli dan menyapanya. ''Ternyata kamu di sini. Ya sudah, saya beli yang seperti biasanya,'' kata pelanggannya.

Dialog bernada kebingungan mencari pedagang langganannya semacam itu mewarnai aktifitas berjualan. Mariana membenarkan, banyak pelanggan yang bingung mencari pedagang yang sudah menjadi langgannnya.

''Pelanggan saya juga pada kebingungan, padahal saya berjualan dengan menggunakan pikap dan lokasinya paling terjangkau, malah mereka pada tidak tahu,'' katanya.

Untuk sementara para pedagang menggunakan lahan seadanya dan tidak teratur. Mereka memakai hampir separo halaman pasar. Padahal areal tersebut biasanya digunakan untuk pejalan kaki dan untuk bongkar muat barang. Namun karena keadaan darurat, pedagang tetap menggelar dagangannya hampir di setiap sudut pasar.

''Sementara tempatnya ini dulu, saya memakai mobil ini supaya mudah untuk pindah tempat. Sebenarnya saya ingin menggelar dagangan saya seperti pedagang lain, tapi karena tidak kebagian, terpaksa pakai mobil,'' katanya.

Ia juga mengaku, pendapatannya turun drastis dibanding hari-hari sebelum api melalap lantai 2 Pasar Bitingan. Di situlah kios tempatnya biasa berjualan. ''Jika pada hari biasa saja susah mendapatkan keuntungan, apalagi sekarang,'' ujarnya.

Kemarin dia sudah bisa menggelar dagangannya kembali, berkat sisa keuntungan yang diperoleh sebelum pasar terbakar. Pedagang yang biasanya untuk kulakan juga memberikan potongan harga.

Dagangan Terakhir

Ia berharap agar pasar cepat dibangun kembali, serta pedagang yang menjadi korban mendapat bantuan modal. Harapan yang sama disampaikan Rifan (46), warga Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kudus, yang sehari-hari berjualan kelapa.

''Kami harus rela menempati tempat seperti ini dulu untuk sementara, sambil menunggu pembagian kapling. Namun, kami tidak ingin seperti ini terus-menerus,'' ucapnya. Mesin parutan kelapanya hangus.


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA