SOLO- Ulah Frank Seator yang bermain untuk Kuala Lumpur FA tanpa izin bisa membuat situasi Persis Solo tak kondusif. Atas pertimbangan itu, Pelaksana Harian Pelatih Persis Edward ''Edu'' Tjong menolak jika Seator bergabung dalam latihan yang akan kembali digelar, Senin lusa. ''Kalau dia kembali harus terlebih dulu menyelesaikan urusan dengan manajemen. Setelah itu baru berurusan dengan saya,'' kata Edu, kemarin.
Sikap seenaknya penyerang asal Liberia tersebut dinilai dapat merusak kesolidan anak-anak asuhannya. Para pemain lain kemungkinan besar akan merasakan perlakuan yang berbeda. Apalagi Edu sebagai sebagai arsitek tim juga tak pernah dimintai izin oleh Seator. Mantan pemain Persija Jakarta itu "bergabung'' dengan Kuala Lumpur FA pada laga uji coba melawan Persib Bandung, Rabu (31/11). ''Masalah Seator biar diselesaikan manajemen dan pengurus Persis. Saya akan fokus persiapan tim menghadapi enam pertandingan yang tersisa,'' terang Edu.
Negosiasi
Jajaran manajemen sendiri masih menunggu kehadiran agen Ricky Swen Jr guna melakukan negosiasi perihal transfer Seator. Ricky sebelumnya menyatakan niat kepada manajemen untuk memboyong pemain tersebut ke Malaysia.
Sang agen itu menyatakan akan terbang ke Solo guna negosiasi, Rabu (5/11). Dalam kontaknya dengan Asisten Manajer Sugianto, kemarin, Seator telah memastikan kedatangan sang agen.
''Kelihatannya Ricky serius. Seator yang mengabarkannya. Tapi, saat kontak dengan saya, Seator tidak menyatakan maaf atau menjelaskan alasan kenapa dia membela Kuala Lumpur FA. Dia bahkan bertanya perihal gaji,'' tutur Sugianto.
Ketika ditanya apakah akan datang ke Solo, Senin, Seator menjawab melihat situasi dulu. Sugianto menangkap jawaban itu sebagai pernyataan kemungkinan tak bergabungnya dia dalam latihan lagi.
Ketua Umum Persis FX Hadi Rudyatmo berharap nego transfer Seator segera mencapai kesepakatan. Bagaimana jika ternyata kesepakatan tak terpenuhi? ''Seharusnya dia serius. Kalau tidak deal, saya akan tuntut Frank Seator dan Kuala Lumpur FA,'' tandasnya. (D11-78)