logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 03 Nopember 2007 WACANA
Line

Debat: Masa Depan Pemuda

Objektivitas Gerakan Pemuda

  • Budi Setyawan Fakultas Hukum : Universitas Diponegoro

TANGGAL 28 Oktober 1928 menjadi tonggak sejarah pergerakan pemuda Indonesia, dengan digelarnya Kongres Nasional Pemuda Indonesia. Hal ini menandai adanya kesadaran pemuda pada waktu itu untuk menentukan masa depan bangsa.

Kolektivitas rasa nasionalisme Indonesia Raya tercermin dengan bergabungnya seluruh gerakan pemuda dari berbagai latar belakang ideologi dan kebudayaan (Jong Sunda, Jong Sumatranese Bond, Jong Java, Jong Ambon, dan Jong Celebes) dalam satu wadah atau forum, sehingga lahirlah Sumpah Pemuda.

Komitmen ini berpijak pada kepentingan masyarakat, nusa, dan bangsa. Unifikasi kebudayaan ini menjadi ciri yang unik, mengingat Indonesia merupakan bangsa yang memiliki kemajemukan kebudayaan daerah.

Hal ini tentu diikuti pula dengan perbedaan kepentingan budaya daerah, yaitu untuk selalu mengedepankan budaya, corak dan adat masing-masing daerah. Tapi semua ini bersatu dalam Sumpah Pemuda.

Hal ini kelihatan kontradiktif dengan kondisi pemuda sekarang. Fragmentasi gerakan pemuda terlihat jelas dengan organisasi pemuda underbow parpol dan ormas, sehingga klaim mewakili seluruh elemen pemuda kerap menjadi permasalahan baru.

Gerakan pemuda sekarang mulai kehilangan jatidirinya. Gerakan ini seolah bergeser menjadi bagian dari politik praktis dengan orientasi materi sesaat. Realitanya, banyak organisasi pemuda yang dideklarasikan bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda. Apalagi momentum saat ini mendekati Pilgub Jateng 2008 dan Pemilu 2009.

Mindset orientasi bergabung dalam orgroisasi pemuda tidak boleh hanya digunakan sebagai tools of vertical mobilitation (alat mobilisasi vertikal saja). Lebih dari itu adalah untuk menyumbangkan aspirasi dan pemikiran kaum muda dalam membangun bangsa yang beradab.

Banyaknya organisasi pemuda seiring dengan pertambahan jumlah penduduk usia produktif di Indonesia. Hal positifnya, bisa menjadi wadah aktualisasi kepemimpinan dan aplikasi makhluk sosial. Selalu mengedepankan objektivitas dan kejernihan hati serta pikiran dalam menyikapi sebuah permasalahan menjadi kunci maju dan berkembangnya gerakan pemuda. (32)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA