logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 03 Nopember 2007 SEMARANG
Line

Tim KPK ke Salatiga Kumpulkan Dokumen Kasus Buku

SALATIGA- Diam-diam, empat orang anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI mendatangi Salatiga, untuk mengumpulkan dokumen-dokumen berkaitan dengan kasus dugaan korupsi buku wajib PT Balai Pustaka senilai Rp 17,6 miliar. Mereka mendatangi tiga instansi yakni DPRD, pemkot, dan Dinas Pendidikan.

Keempat orang tim yang ditemui wartawan di Gedung DPRD dan di pemkot itu mengakui, mereka berasal dari KPK. Namun mereka tidak memberikan pernyataan, karena bukan wewenangnya. ''Maaf mas, kami belum bisa memberikan pernyataan. Tolong ya dimaklumi,'' ujar seorang anggota Tim KPK kepada Suara Merdeka, Jumat (2/11) siang.

Disinggung sampai sejauh mana penanganan yang dilakukan oleh Polres Salatiga atau kemungkinan sudah diambil alih oleh KPK. Salah seorang penyidik KPK tersebut mengatakan, jika pihaknya dalam penanganan tersebut masih dalam taraf koordinasi dengan Polres.

Sejak Kamis

Diperoleh keterangan jika Tim KPK itu berada di Salatiga sejak Kamis (1/11) lalu. Selain mengumpulkan dokumen-dokumen berkaitan dengan proses perencanaan pengadaan buku wajib, mereka juga bertemu dengan sejumlah pejabat yang instansinya terkait dengan kasus itu.

Adapun agenda KPK kemarin adalah mengumpulkan dokumen di DPRD dan Pemkot. Di DPRD anggota KPK tersebut ditemani Kepala Bawasda Titik Indarti SH MSi. Titik pun tidak memberikan komentar tentang kegiatan yang dilakukan KPK tersebut.

Sekretaris DPRD Drs Harmanto mengakui kedatangan Tim KPK, namun tidak tahu apa tujuan kedatangannya. KPK datang dengan membawa surat resmi. ''Mereka hanya mengatakan ingin mengklarifikasi surat berisi laporan masyarakat yang sudah diterima, itu saja. Lainnya saya tidak tahu karena saya tidak mendampinginya,'' ujar Harmanto.

Direktur Pengaduan KPK RI Handoyo Sudradjat ketika dihubungi, membenarkan ada anggotanya yang datang ke Salatiga, terkait kasus buku wajib PT Balai Pustaka. Hal yang sama juga dilakukan di beberapa kota lainnya di Jateng seperti Boyolali, Sukoharjo, Surakarta, Pemalang, Brebes, dan kota lainnya yang sama kasusnya pengadaan buku PT Balai Pustaka. (H2,H30-16)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA