logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 03 Nopember 2007 SEMARANG
Line

Pemukiman Eks Pasar Andong Rawan Longsor

  • Tanah Mulai Tergerus Air

SALATIGA- Baru dua kali hujan deras, tanah relokasi warga eks Pasar Andong di Dukuh Banjaran RT 7 RW 7 Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga mulai tergerus air. Aliran air yang deras membuat tanah warga yang kondisinya cukup curam dan gembur dengan mudah tergerus air dan bengkah. Bahkan enam rumah di bagian bawah, terancam ambruk akibat gerusan air hujan jika tidak segera diambil tindakan pencegahan.

Koordinator warga eks Pasar Andong, Lasimin (45), Jumat (2/11) siang mengatakan, akibat guyuran hujan deras kemarin, tanah warga tergerus air yang mengalir cukup deras dari bagian atas. ''Aliran tersebut sempat menggenangi salah satu rumah warga. Untuk mengantisipasinya, kami bergotong-royong membuat saluran darurat guna memecah aliran yang lewat,'' tuturnya.

Namun demikian, akibat aliran deras tersebut, talud yang ada di sekitar rumah warga bagian bawah longsor dan bengkah. Bahkan untuk menjaga beberapa rumah di bagian bawah, warga eks Pasar Andong dibantu tetangganya, menyangga rumah tersebut dengan bambu.

''Kami jadi tidak bisa tenang kalau sedang tidur. Apalagi kalau turun hujan. Warga disini takut kalau tanahnya tiba-tiba longsor. Baru diguyur dua kali hujan saja sudah begini, bagaimana jika diguyur hujan terus menerus?'' ungkap Lasimin yang bekerja sebagai buruh lepas PDAM Kota Salatiga.

Harus Waspada

Rahmat (47), warga setempat menambahkan, sebanyak 34 bagor yang disumbangkan ke warga untuk membuat talud tidak mampu menahan gerusan air hujan. Akibatnya, dari 14 keluarga yang rencananya tinggal, baru tujuh keluarga saja yang menempati rumahnya.

''Mereka takut jika tinggal di tempat tersebut akan terkena longsor,'' katanya. Melihat kondisi tersebut, warga harus ekstra waspada terutama dalam memantau anak-anak mereka yang masih kecil.

Mereka melarang anak-anak bermain di bagian bawah bantaran sungai karena takut terkena lonsoran tanah dan air kiriman yang sewaktu-waktu datang. ''Jika lokasi tanah kami tidak di talud, kemungkinan akan ambruk jika di guyur hujan terus. Kami harap pemerintah mau melihat dan membantu kesulitan kami,'' ungkapnya.

Ditambahkannya, selama ini mereka sudah menerima dan menuruti keinginan pemerintah. Sekarang giliran pemerintah melihat dan membantu kesusahan mereka sesuai dengan janjinya sewaktu mencalonkan diri menjadi pejabat untuk menyejahterakan warganya.

Lurah Mangunsari Siti Sulami SE menuturkan, untuk membantu warga eks Pasar Andong, pihak kelurahan akan mengajukan proposal ke PT Kievit dan pemerintah kota guna membantu mengatasi masalah tersebut. Sebab jika menunggu alokasi dana dari APBD 2008, hal itu terlalu lama dan dikhawatirkan rumah warga sudah ambruk. (J12-16)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA