logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 03 Nopember 2007 SEMARANG
Line

Lelang Alat Peraga Rp 7 M Diminta Dibatalkan

  • Dinas: Sudah Sesuai Prosedur

GEDUNG DEWAN- Komisi I DPRD Kota Salatiga telah membuat surat rekomendasi, yang isinya menuntut pembatalan lelang pengadaan alat peraga senilai Rp 7 miliar di Dinas Pendidikan Kota Salatiga. Meski demikian, Dinas Pendidikan sebagai pengguna anggaran tetap berkeyakinan jika lelang telah melalui prosedur yang benar, sehingga proses lelang tetap dilanjutkan.

Penegasan rekomendasi pembatalan lelang tersebut disampaikan anggota Muh Haris SH dari Komisi I, yang menyatakan jika sejak awal proses lelang sudah diarahkan kepada salah satu pemenang. Kemudian ada ketentuan dalam Keppres 80/2003 tentang Pengadaan Barang dan Jasa, yang telah dilanggar. ''Yang lebih terpenting adalah adanya pemborosan negara jika tetap memaksakan proses lelang itu,'' kata Haris, Jumat (2/10).

Disinggung alternatif pemecahan tersebut, Haris mengungkapkan sebaiknya lelang diulang. Tetapi karena waktu tahun anggaran yang sudah mepet karena berakhir 20 Desember mendatang, Haris menjelaskan lebih baik kalau proyek tersebut ditunda saja. ''Akan lebih baik jika tahun ini proyek itu ditunda saja,'' ujarnya.

Sebagaimana diketahui, pada lelang alat peraga pendidikan Rp 7 miliar terdapat enam rekanan yang lulus administrasi dan akhirnya diperoleh tiga rekanan yang lolos evaluasi teknis dan harga. Kemudian panitia memutuskan pemenang lelang PT Grana Mandala Adiluhung (GMA), pemenang cadangan CV Computa dan CV Sraya Persada.

Namun, CV Computa merasa tidak setuju dan mengirimkan surat sanggahan kepada panitia ditembuskan kepada Komisi I DPRD. DPRD kemudian meminta klarifikasi kepada CV Computa serta memanggil Dinas Pendidikan.

Sesuai Aturan

Dalam surat jawaban sanggahan dari Dinas Pendidikan Nomor 018/X/2007 yang diterima CV Computa, pejabat pembuat komitmen (PPKOM) Drs H Zaenuri MPd mengungkapkan, proses lelang sudah sesuai dengan aturan yang ada. Ir H Gunawan dari PT GMA kepada wartawan saat menggelar jumpa pers menerangkan, proses lelang telah sesuai prosedur. Mereka juga fight (bertarung) dalam melaksanakan lelang tersebut. Sementara itu ada kepala sekolah yang mengaku kecewa, jika lelang proyek tersebut dibatalkan.

Sebab selain telah menyiapkan laboratorium bahasa dan multimedia yang akan dilengkapi alat peraga itu, mereka sudah menjanjikan fasilitas tersebut kepada siswa. ''Kalau telat, akan berdampak pada rencana belajar yang telah disusun menggunakan fasilitas laboratorium tersebut,'' ujar Kepala Sekolah yang enggan disebutkan namanya. (H2-16)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA