logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 03 Nopember 2007 SEMARANG
Line

Warung dan Kios di Benteng Akan Direlokasi

  • 2008 Taman dan Parkir Selesai

UNGARAN - Sejumlah warung dan kios di sekitar Benteng Willem II Ungaran dalam waktu dekat akan direlokasi. Hal ini seiring dengan dimulainya penataan lingkungan benteng peninggalan Belanda tersebut. Baru-baru ini, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang telah membuat taman, lokasi parkir, dan play ground di halaman benteng. Kabid Kebersihan dan Pertamanan Ir Thohiri MSi didampingi Kasi Taman dan Penerangan Jalan Agus Suharto ST MM menyampaikan hal ini, Jumat (2/ 11).

''Intinya kami ingin menata wajah Kota Ungaran agar tampak lebih cantik. Apalagi di depan benteng merupakan kantor Bupati Semarang sekaligus pintu masuk kabupaten dari arah Kota Semarang,'' kata Thohiri, kemarin.

Saat ini pihaknya tengah membuat lokasi parkir bus dan mobil khusus pengunjung benteng yang nantinya untuk museum sekaligus objek wisata. Di lokasi ini juga akan dibuat patung besar berupa naga Baruklinting. ''Dengan adanya pembangunan ini, belasan warung dan kios di sekitar benteng akan ditata kembali. Kami juga akan melakukan sosialisasi ke pemilik kios,'' terang Thohiri.

Relokasi belasan warung permanen dan semi permanen tersebut karena di tempat ini juga akan dibangun snack shop, souvenir shop, dan musala. Belasan tempat usaha itu terdiri atas toko ganti oli, fotokopi, kelontong, bengkel, warung makan sebanyak tiga buah, kamar WC Umum, penjahit, dan tiga toko kelontong. Selain itu juga ada kios biro travel, potong rambut, warung tenda, dan pos ojek.

Rencana Relokasi

Agus Suharto menambahkan, rencana relokasi sejumlah warung usaha itu kemungkinan di sepanjang Jl Brigjen Sudiarto Ungaran yang tidak jauh dari Benteng Willem II. ''Ini versi konsultan dan rencana ideal. Pembangunan taman dan sebagainya ini akan tuntas sebelum Lebaran tahun 2008,'' tandas Agus kemarin.

Menurutnya, dana yang saat ini digunakan baru sekitar 22 % atau Rp 260 juta. Sesuai DED, total dana yang dibutuhkan adalah Rp 1,215 miliar. ''Dana tersebut mungkin bisa bertambah menjadi Rp 1,225 miliar,'' tegas dia.

Pantauan di lapangan, sejumlah pekerja membuat batas parkir dan lokasi taman. Kaliri, pelaksana proyek ini mengatakan, saat ini baru konsentrasi pada pembuatan tempat parkir dan taman. ''Play ground dari pasir putih juga disediakan untuk bermain anak-anak dan pengunjung benteng,'' terang Kaliri. Pembangunan tersebut hanya berada di luar benteng, sebab kewenangan pembenahan bangunan bersejarah tersebut menjadi tugas Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. (H14-16)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA