| Sabtu, 03 Nopember 2007 | SEMARANG |
Buat Sumur Bor, Keluar Lumpur dan GasDEMAK - Warga Desa Sedu Kecamatan Demak Kota digemparkan adanya sumur bor yang mengeluarkan lumpur dan gas dari dalam tanah. Sumur yang dalam proses pembuatan itu akhirnya di tutup kembali dengan cor beton. Peristiwa yang baru kali pertama terjadi itu, menurut Wondo, pamong desa Sedu, bermula dari keinginan SD Negeri 2 Sedu untuk membuat sumur bor. Pasalnya, selama ini, sekolah kekurangan air bersih, terutama untuk kebutuhan kamar kecil. Pada Kamis (1/11) sekitar pukul 09.00, tiga pekerja sumur bor mulai melakukan pengeboran. Selama enam jam, mereka sudah memasang pipa bor sedalam 50 meter. Air yang keluar pun cukup bersih, sehingga pengeboran dihentikan. Mereka kemudian memasang kelengkapan pipa penyambung sampai ke kamar kecil. Ketika para pekerja tersebut bermaksud istirahat sejenak, tiba-tiba keluar lumpur di sekeliling pipa. Semburan lumpur kecil dan pada saat bersamaan terdengar suara seperti udara keluar dari tanah dengan bau yang menyengat. Semula, hal itu dianggap sebagai lumpur yang muncul karena dorongan kuat bersama dengan air bersih yang ditarik ke permukaan. Namun dua jam berlalu, ketinggian semburan lumpur semakin besar bahkan mencapai setengah meter. Bau menyengat itu pun tidak bertambah kurang. Terpental Kenyataan itu cukup mengkhawatirkan warga. Melihat lumpur keluar dari dalam tanah, bayangan mereka tertuju pada lumpur lapindo. Apalagi, berulangkali diupayakan ditutup dengan batu dan kerikil ternyata batunya ikut terpental. ''Bahkan ada batu besar yang digunakan untuk menutup tidak mampu menahan. Tanah di sekitar itu juga terasa bergetar,'' katanya. Khawatir semburan semakin besar, pemerintahan desa kemudian memutuskan menutup dengan semen beton. Untuk menutup semburan itu ternyata tidak cukup dengan satu sak semen. Sebab, adukan beton yang dimasukan selalu keluar lagi. Adukan dengan campuran batu kerikil yang cukup banyak, akhirnya dapat menghentikan semburan. Sedikitnya menghabiskan sekitar empat sak semen. (H1-16) |