logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 03 Nopember 2007 SEMARANG
Line

Panen Raya, Harga Semangka Anjlok

GROBOGAN- Sejak akhir Oktober lalu berlangsung panen raya semangka. Tidak hanya di Grobogan, tapi juga di sentra pertanian semangka lain di Pulau Jawa. Panen dalam waktu bersamaan membuat stok buah di pasaran melimpah. Akibatnya harganya anjlok.

Saat ini harga semangka jenis 311 di Kabupaten Grobogan, berkisar antara Rp 450-Rp 500/kg. Dibanding harga standar Rp 800/kg, harga saat ini jauh di bawahnya. ''Harga semangka terjun bebas. Petani jadi pusing,'' kata Alis Kurniawan, petani semangka asal Penawangan, Jumat (2/11).

Masa panen sebelumnya, harga semangka masih bagus, bahkan pernah mencapai Rp 1.000. Dengan harga sekian, petani mendapat untung lumayan. Sedangkan harga saat ini membuat petani rugi. Banyaknya pasokan dari berbagai daerah membuat pedagang bisa mempermainkan harga. Mereka hanya mau membeli semangka dengan harga paling rendah, dan petani tak lagi punya pilihan.

''Semangka itu kan buah yang tidak bisa disimpan lama. Kalau tidak segera dilepas ke pedagang bakalan busuk. Daripada itu terjadi, terpaksa dilepas dengan harga rendah,'' ujar Alis.

Kasdan, petani, punya pendapat sendiri mengenai anjloknya harga semangka di Grobogan. Menurutnya, hal itu tidak lepas dari ulah petani semangka di daerah lain, seperti Cirebon, Indramayu, Jombang, Purworejo, dan Pati. Mereka yang tidak bisa menghasilkan produk sebaik petani Grobogan melakukan aksi banting harga. ''Karena jenis tanahnya, kualitas semangka Grobogan itu paling bagus. Karena khawatir tidak laku petani dari daerah lain menjual hasil penenannya dengan harga murah.''

Pantauan Suara Merdeka di Kecamatan Gubug, kemarin menunjukkan, hasil panenan semangka petani melimpah. Buah berkadar air tinggi itu tampak teronggok di tepi jalan dekat areal perkebunan. di tempat itu, petani menunggu pedagang. Pedagang kemudian memasarkan buah semangka ke daerah lain. Buah-buah itu diangkut menggunakan truk.

Sebagian besar petani menanam semangka di tanah sewa. Mereka menyewa tanah dengan harga Rp 750.000/ bahu dalam kurun waktu dua bulan. Dalam membudidayakan semangka, petani selalu berpindah-pindah. Sistem semacam ini dirasa lebih menguntungkan.(H6-16)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA