| Sabtu, 03 Nopember 2007 | SEMARANG |
Taksi Blue Bird Ditolak di SemarangSEMARANG- Seluruh pengelola taksi di Kota Semarang mengancam akan melakukan mogok operasi pekan depan. Aksi itu dilakukan sebagai penolakan atas rencana Wali Kota Sukawi Sutarip mengizinkan jaringan taksi Blue Bird asal Jakarta beroperasi ke Kota ATLAS dalam waktu dekat. Sejumlah pimpinan pengelola taksi yang tergabung Asosiasi Pengusaha Taksi Jateng, Jumat (2/11), berusaha menemui Wali Kota di Balai Kota Jl Pemuda, namun gagal. ''Kami berharap, kebijakan itu bisa ditinjau kembali. Pengelola, seperti Kosti, baru saja meremajakan mobilnya, sebentar lagi akan mendatangkan 40 mobil kembali. Eh, sekarang malah kedatangan Blue Bird, yang katanya mau mengoperasikan 300 mobil baru. Bagaimana nasib cicilan mobil yang sudah telanjur diremajakan kalau tiba-tiba ada perusahaan besar ke Semarang,'' ujar Tutuk. Dia mengatakan, sistem taksi yang diterapkan di Kota Semarang berbeda dengan jaringan Blue Bird. Kebanyakan taksi dimiliki sendiri oleh sopir melalui cicilan bank, namun izin dikeluarkan oleh pengelola. Sistem yang disebut owner operation itu, lanjut dia, sesuai anjuran Wali Kota. ''Owner operation itu konsep Pak Wali sendiri. Sekarang, tiba-tiba justru akan memasukkan Blue Bird yang mobilnya milik perusahaan,'' tandas Bonny. Mereka khawatir, sistem itu akan berpengaruh negatif pada industri taksi ke depan. Akibatnya, kebanyakan sopir taksi akan berpaling ke perusahaan tersebut. Di sisi lain, hampir semua pengelola lokal sudah meremajakan mobil mereka dengan kredit bank. ''Kami sudah berusaha memberikan pelayanan terbaik. Mobil di Kota Semarang ini apa ada yang tua? Kalau batasan usianya 8 tahun, malah baru 4 tahun di Centris sudah berani ganti. Pak Wali bilang, jumlah penduduknya banyak, mobilnya juga harus tambah. Tapi itu kan teorinya, kenyataannya di lapangan jumlah penumpang kami terus menurun karena krismon (krisis moneter-Red),'' tambahnya. (H12, H9-56) |