| Sabtu, 03 Nopember 2007 | KEDU & DIY |
Hujan Tiap HariWilayah Kulonprogo Rawan Banjir dan LongsorKULONPROGO - Sejumlah wilayah terancam bencana terutama banjir dan longsor di awal musim hujan ini. Pasalnya, hampir seminggu terakhir hujan turun terus dan berjam-jam lamanya. Bahkan Kamis (1/11) lalu, hujan tak reda semalaman. Kondisi tersebut terasa di seluruh wilayah DIY. Beberapa tempat seperti di Perbukitan Menoreh terancam bencana tanah longsor ketika hujan deras turun dan berlangsung lama. Kalibawang misalnya, beberapa kali pada musim hujan terjadi longsor bahkan pernah mengakibatkan korban tewas tertimbun tanah. ''Namun sebenarnya tak hanya Kalibawang, hampir seluruh kecamatan di sini rawan bencana dengan tingkat berbeda-beda,'' ungkap Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Kulonprogo R Hary Santoso, Kamis (2/11). Dia menjelaskan, daerah yang berada di Perbukitan Menoreh yakni Kecamatan Kokap, Samigaluh, Kalibawang, Girimulyo, Pengasih, dan Nanggulan. Dataran Tinggi Lokasi tersebut rawan tanah longsor karena banyak terdapat dataran tinggi dengan rumah penduduk di atas ataupun bawahnya. Selain di sana, wilayah selatan Kulonprogo seperti Wates, Panjatan, Temon, Galur, dan Brosot juga rawan banjir terutama daerah yang berdekatan dengan sungai. Gempa dan angin ribut juga berpotensi terjadi di beberapa tempat. ''Kondisi ini berbeda dengan musim kemarau lalu, daerah yang sekarang rawan banjir dan longsor pada musim panas selalu kekeringan,'' ujarnya. Pemerintah, jelasnya, meminta masyarakat yang berada di perbukitan dan pinggir sungai lebih hati-hati. Dia melihat masih cukup banyak rumah penduduk berada di lokasi berbahaya misalnya pinggir sungai, tebing, dan di bawah bukit. Mereka tak mau pindah karena tak memiliki lahan lain. Salah satu upaya mengantisipasi longsor, pemerintah sudah beberapa waktu ini melakukan penanaman tanaman keras untuk menahan gerakan tanah. Sementara itu, untuk mengatasi banjir semua saluran irigasi dibersihkan. (D19-70) |