logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 03 Nopember 2007 EKONOMI
Line

DuPont Bangun Pabrik Benih Padi Hibrida

JAKARTA- Mencetak sawah baru, terutama di Jawa, sulit dilakukan bahkan cenderung areal pertanian makin berkurang terdesak perumahan. Untuk meningkatkan hasil padi yang paling tepat adalah pola intensifikasi. Hal itulah yang kini dilakukan PT DuPont Indonesia dengan membangun pemroses biji padi hibrida ungulan untuk benih. Investasi awalnya 3 juta dolar AS.

Pabrik benih padi yang menggunakan merek Pioneer tengah dibangun di Malang dan akan selesai tahun depan. Kapasitasnya 8 ribu ton per tahun. DuPont, perusahaan AS yang beroperasi di Indonesia sejak 1988, memperkirakan lima tahun ke depan orang akan semakin sadar pentingnya benih hibrida. Produk Pioner yang kini diminati adalah padi PP1, P11, P12, P13. dan P21.

"Minat petani menggunakan biji padi hibrida masih harus ditingkatkan," kata Mardahana, Direktur Bisnis DuPont Indonesia, di Jakarta, Senin. Diakui benih hibrida belum banyak dikenal petani karena masih baru. Diperkirakan permintaan benih padi hibrida per tahun baru mencapai 3.000 ton dan dipasok sejumlah perusahaan.

Yang menarik, banyak yang membeli produk padi atau beras hibrida impor. Diperkirakan jumlahnya antara 2.000 hingga 3.000 ton per tahun. Mardiana menambahkan mencetak sawah baru di Pulau Jawa hampir tidak mungkin. Saat ini luas efektif areal sawah di Indonesia hanya 12 juta hektar. (wa-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA