| Sabtu, 03 Nopember 2007 | BUDAYA |
SELEBRITIObservasi MutlakLUKMAN SARDI, sebagai aktor yang baik, punya cara sederhana untuk mendalami peran. Cara itu tak lain tak bukan adalah observasi. ''Dengan observasi dan pendalaman peran, saya bisa menangkap soul (jiwa-Red) tokoh yang bakal saya lakoni,'' katanya. Putra maestro biola Idris Sardi itu telah melakoni berbagai peran penting dalam film Gie, The Photograph, 9 Naga, Naga Bonar Jadi 2, dan Jakarta Undercover. Dan ternyata, dia selalu menimbang peran sebelum terlibat dalam proyek film. ''Bahkan saya menolak beberapa peran karena waktunya mepet untuk mendalami peran,'' ujar dia. Bagi dia, observasi adalah keharusan yang tak dapat ditawar-tawar lagi. Dengan observasi pula, dia menajamkan kemampuan akting agar dapat dipertanggungjawabkan ke penikmat film. ''Terlalu banyak penonton cerdas di Indonesia. Mereka tahu akting yang baik dan tidak. Saya tak mau berakting buruk hanya gara-gara tak punya waktu observasi,'' ujar lelaki yang mengidolakan Alex Komang itu. (Benny Benke-53) |