| Rabu, 31 Oktober 2007 | OLAHRAGA |
Kuwait Terancam Tak Teruskan Pra-Piala DuniaZURICH- Kuwait terancam dikeluarkan dari Pra-Piala Dunia 2010 setelah mendapat hukuman dari badan sepak bola dunia FIFA. Hal itu diumumkan organisasi tersebut Senin lalu waktu setempat (kemarin WIB). Saat ini Kuwait telah lolos dari babak pertama zona Asia. Hukuman yang telah dijatuhkan adalah larangan berlaga dalam ajang internasional. Karena itu, tim futsal mereka tak boleh meneruskan pertandingan dalam Asian Indoor games di Makau. Ketua FIFA Sepp Blatter mengatakan sanksi dijatuhkan kepada Kuwait karena federasi sepak bola negara itu dua kali mencemoohkan pengarahan yang diberikan. Tetapi, bila ada respons dari negeri itu, kiprahnya dalam Pra-Piala Dunia bisa dilanjutkan. "Kuwait dihukum karena tidak mengindahkan petunjuk dari kami. Bila masih tidak mengindahkan hukuman ini, mereka akan dieliminasi dari pertandingan Prakualifikasi Piala Dunia 2010 Zona Asia," kata Blatter. Pihaknya belakangan menyerang dan harus "campur tangan" dalam masalah internal federasi sepak bola negeri itu. Organisasi sepak bola dunia itu mengritik negara di Asia Barat tersebut karena tidak mengikuti aturan "peta petunjuk" yang dikeluarkan FIFA dan Konfederasi Sepak Bola Asia. FIFA menganggap pemilihan pengurus dalam Federasi Sepak Bola Kuwait, yang diadakan pada 9 Oktober, sebagai "kontradiksi langsung" terhadap peta petunjuk. Palestina Sementara itu, Palestina belum mau menerima kekalahan WO dari Singapura dalam Pra-Piala Dunia 2010. Mereka dinyatakan kalah 0-3 dalam leg kedua di kandang lawannya itu, karena tidak datang pada Minggu malam lalu. Skor tersebut menjadikan Singapura menang agregat 7-0, untuk melangkah ke babak berikutnya. Namun, Asosiasi Sepak Bola Palestina mendekati FIFA. Mereka meminta agar pertandingan yang sudah berakhir tersebut dijadwal ulang. Pasalnya, mereka tak bisa mendapatkan izin dari Israel untuk berangkat ke pertandingan itu. Israel, yang menganggap jalur Gaza sebagai wilayah teroris, menolak memberi izin kepada 18 pemain untuk meninggalkan kawasan tersebut. Hanya pertimbangan kemanusiaan yang bisa digunakan sebagai alasan agar disetujui meninggalkan Gaza. Karena itulah, Palestina meminta FIFA menetapkan agar leg kedua dimainkan lagi. (ant-22) |