logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 31 Oktober 2007 OLAHRAGA
Line

KONI Jateng Ajukan Anggaran Rp 40 Miliar

SEMARANG- KONI Jateng mengajukan anggaran Rp 40 miliar pada RAPBD Jateng 2008. Dana sebesar itu akan digunakan untuk membiayai pemusatan latihan (TC) sentralisasi dan kebutuhan atlet provinsi ini pada PON 2008 di Kaltim.

Pengajuan anggaran tersebut akan dibahas Kamis (1/11). Sedianya pembahasan dilakukan kemarin dalam Rapat Kerja RAPBD 2008 di Komisi E DPRD Jateng.

Rapat itu juga dihadiri sejumlah pengurus KONI yang didampingi Kepala Biro Pemuda dan Olahraga Pemprov Jateng, Umbu Puda. Lantaran waktu sudah melebihi pukul 16.00 WIB, pembahasan ditunda hingga besok.

Wakil Ketua Umum KONI Jateng Soegiyanto KS mengatakan, sebagian besar dana dari rencana anggaran tersebut akan tersedot untuk pos-pos persiapan atlet menjelang PON, seperti biaya TC dan pemberangkatan kontingen. Jumlah sebesar itu belum termasuk bonus bagi atlet peraih medali.

"Jumlah anggaran yang kami ajukan pada APBD Murni 2008 turun dibandingkan 2007. Tahun 2007, pengajuannya mencapai Rp70 miliar lebih dan disetujui Rp 40 miliar lebih. Tahun 2008, kami hanya mengajukan Rp 40 miliar," terangnya.

Menyedot Dana

Soegiyanto menuturkan, TC idealnya digelar enam bulan menjelang penyelenggaraan PON. Jika pesta olahraga multicabang itu berlangsung Juli tahun depan, pemusatan latihan seluruh cabang olahraga akan dilakukan Januari atau Februari. Hal itu akan menyedot dana yang tidak sedikit karena melibatkan seluruh atlet yang lolos ke PON.

Hingga kini, Jateng telah meloloskan 40 cabang olahraga dan 415 atlet dalam Pra-PON. Jumlah tersebut diperkirakan meningkat. Pasalnya, masih tersisa tujuh cabang yang belum menggelar kualifikasi.

Dia menambahkan, KONI belum dapat memastikan jumlah anggota tim inti Jateng pada PON mendatang. Sebab penentuannya tergantung pada anggaran yang ada. Biasanya, jumlah atlet yang dikirim berkisar pada angka 400-an.

"Keinginan kami tentu mengirimkan atlet sebanyak-banyaknya agar peluang meraih medali lebih besar. Tetapi semuanya tergantung anggaran yang tersedia," katanya.

Pemberangkatan kontingen juga memerlukan dana yang besar. Meski panitia PON menanggung sebagian biaya akomodasi, tetapi kurang memadai. Biaya berangkat, sewa hotel, dan kepulangan kontingen tetap menjadi tanggungan daerah masing-masing. (H32,H7,H37-78)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA