logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 31 Oktober 2007 OLAHRAGA
Line

PSSI Diharuskan Ulang Pemilihan Ketua Umum

  • Sidang FIFA

Jakarta- Organisasi Sepak Bola Dunia, FIFA, menegaskan PSSI harus "mengatur kembali" pemilihan ketua umumnya. Keputusan tersebut merupakan salah satu hasil dari sidang Komite Asosiasi FIFA yang berlangsung di Zurich, Swiss, Senin waktu setempat.

Dalam siaran pers pada situs web resminya, FIFA menyatakan telah mengirim surat kepada PSSI pada Juni 2007. Mereka menyatakan pemilihan ketua umum pada 20 April di Makassar, --sehari setelah Pedoman Dasar PSSI disetujui-- tidak sesuai dengan garis waktu yang telah ditetapkan dalam ketentuan tersebut.

Selain itu, berdasarkan prinsip dasar FIFA, seseorang yang pernah dihukum karena melakukan kejahatan dan atau tengah menjalani hukuman penjara tidak diperkenankan ikut dalam pemilihan.

Keputusan tersebut menegaskan kembali isi Artikel 7 Kode Etik FIFA yang antara lain menyatakan orang-orang dengan catatan kriminal dianggap tidak memenuhi syarat untuk menjadi pengurus. Setiap pengurus yang tidak memenuhi syarat itu dianggap tidak lagi pantas dipilih atau seharusnya dikeluarkan dari kepengurusan.

Batas Waktu

PSSI dibahas secara khusus dalam sidang yang dipimpin Ketua Komite Asosiasi sekaligus Wakil Presiden FIFA Geoff Thompson yang asal Inggris. Pembahasan berkaitan dengan vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan kepada Ketua Umum Nurdin Halid. Nurdin terpilih lagi dalam Munas di Makassar.

Namun, demikian. Komite Asosiasi FIFA dalam keputusannya tidak menetapkan batas waktu bagi PSSI untuk melaksanakannya.

Sekretaris Jenderal PSSI Nugraha Besoes belum mau berkomentar banyak tentang keputusan tersebut. "Kami akan menjelaskan semuanya dalam satu-dua hari mendatang," ujarnya.

"Tetapi masalah itu sebenarnya sudah selesai pada pertemuan di Kuala Lumpur (markas besar Konfederasi Sepak Bola Asia/AFC). Saya akan jelaskan nanti," sambungnya.

Sejak Nurdin masuk penjara karena kasus distribusi minyak goreng ilegal, muncul wacana untuk melakukan munaslub guna memilih ketua umum baru. Akan tetapi, Nurdin bersikeras untuk bertahan di jabatannya dengan alasan penjara tidak membuat dirinya tidak bisa melaksanakan tugas.

Selain itu, anggota PSSI pun hingga saat ini belum ada yang menyatakan dengan resmi keinginan untuk melakukan pemilihan ketua umum baru.(ant,wgm-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA