| Rabu, 31 Oktober 2007 | WACANA |
Surat PembacaSumpah PemudaMungkin ada orang yang menuduh sebagai "pengkhianat" bangsa kalau saya mengatakan, sekarang ini tidak relevan atau tidak ada gunanya lagi memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober. Satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa, sudah lama dikubur dan tidak lagi menjiwai bangsa ini. Jangan tepuk dada punya ikon sumpah pemuda yang hanya diperingati seremonial. Fakta di lapangan tidak bisa dibantah. Para pemuda/mahasiswa di Jakarta dan Makassar tawur antarkampus, di NTT perang antardesa, di kota-kota tawur antarpelajar. Polisi dan tentara saling gempur di Timika, Satpol PP gebuk-gebukan dengan polisi di Sumatra. Apakah itu semua yang diajarkan oleh jiwa sumpah pemuda?. Dulu di tahun 1928 sekelompok pemuda dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Maluku, Sulawesi, Ambon, Manado, membuat ikrar Sumpah Pemuda tanpa pandang ras, suku, agama untuk bersatu berjuang mencapai kemerdekaan dengan semboyan bersatu kita teguh bercerai kita runtuh. Sebuah ikatan dan tekad mahaagung satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa, Indonesia. Yang diperlukan sekarang, sebuah jawaban apakah jiwa sumpah pemuda masih dimiliki bangsa ini khususnya di setiap dada pemudanya?. Sesudah Bung Karno wafat, Indonesia tidak lagi punya figur pemimpin yang karismatik, berwibawa. Para presiden sesudahnya hanya mengandalkan kekuasaan yang digunakan untuk kepentingan diri sendiri dan kroninya. Sistem pendidikan diarahkan mengasah otak mengejar gelar, bukan mengasah budi dan jiwa perjuangan untuk memakmurkan rakyat. Masih ingat Bung Karno berteriak "Ganyang Malaysia''. ''Antek imperialis Inggris''. Sekarang malah terbalik, rakyat dan RELA Malaysia yang berteriak ''Ganyang orang Indonesia'' tidak peduli istri diplomat, ratusan TKI disiksa. Sipadan dirampas Ambalat diobok-obok, lagu milik orang Ambon dibajak tetapi para pemimpin kita senyum-senyum saja. Apakah bangsa Indonesia masih punya harga diri mendiamkan tetangga yang arogan karena hidupnya lebih makmur?. Hanya dengan mengirim 3 batalyon Raider, 1 batalyon Kopassus, 1 batalyon Marinir, Indonesia bisa memorak-porandakan Kuala Lumpur. Masa sih bangsa dengan ratusan juta rakyat seenaknya mau saja dihina oleh negara dengan rakyat jutaan orang. Itulah pernyataan seorang preman terminal bus, jadi kalau ada anggota DPR menyerukan putuskan hubungan diplomatik dengan Malaysia pasti didukung oleh seluruh rakyat. Satu nusa satu bangsa satu bahasa, Pancasila, Sapta Marga adalah jiwa patriotik yang perlu dimiliki, dihayati sebagai warisan leluhur, bukan sekadar diperingati seremonial tanpa arti. Sudarjo Jl S Parman 61, Purwokerto Kereta Gantung Penduduk dunia terus bertambah. Zaman penjajahan Belanda jumlah penduduk Indonesia hanya 37 juta, sekarang sudah mencapai 210 juta. Di samping itu kini alat transportasi seperti motor, mobil, truk, bus dan lainnya juga makin bertambah. Sementara jalan yang dilalui relatif tetap hingga belum imbang. Karena itu pemerintah membangun jalan tol. Di negara maju seperti Amerika, Inggris, Prancis, Jepang ada jalan di bawah tanah, ada di atas jalan yang lama, bahkan ada kereta gantung. Di Seoul, ada kereta gantung seperti di Indonesia mini yang berisi empat orang, sedang di Prancis ada kereta gantung yang mampu memuat 20 orang. Guna mengurangi padatnya jalan, kalau ada investor yang mau terutama dari Korea Selatan yang mau membangun kereta gantung, alangkah baiknya dimulai dari Pasar Johar, lewat Candi, terus ke Gombel, ke selatan sampai Ungaran, terus ke obyek kolam renang milik Bapak Ir Siswono Yudhohusodo 800 meter dari permukaan laut dan diakhiri di Bandungan. Khusus Bandungan dibangun kereta gantung dua jalur. Juga ada kota lama, city walk. Ini ide khayal saya. Tetapi pernah terjadi dan menjadi kenyataan bahwa seorang insinyur Rusia punya ide khayal untuk membendung sungai yang lebarnya 3 km untuk berbagai tujuan seperti tenaga listrik, pengairan dan akhirnya benar-benar terjadi. Mungkin ide khayal saya ini benar-benar bisa terwujud walau dibangun secara bertahap. Kalau membangun jalan dengan kereta gantung, tidak perlu ada pembebasan tanah serta tidak ada persoalan harga tanah, tidak ada jembatan di atas sungai dan lainnya. Hanya kereta gantung butuh lokasi untuk stasiun (relatif sempit) dan jalur kawat baja yang sangat kuat untuk relnya serta manajemen yang hebat. Semoga ide khayal ini akan terwujud. Syukur, bila ada keluarga Cendana yang mau membangunkan kereta gantung bahkan kalau mungkin sampai ke Solo. Moeljono HP Jl Banteng Utara VII/1, Semarang Rampok di Rujak Asem Tanggal 30 September 2007 pukul 19:00 di Rujak Asem Kecamatan Bejen Temanggung, terjadi perampokan terhadap Ibu H Kasmanah warga Dusun Bungkaran Kelurahan Pagersari Patean Kendal hingga mengalami kerugian uang Rp 106 juta dan perhiasan emas senilai Rp 35 juta atau total Rp 141 juta. Korban adalah pedagang cengkih di sebelah selatan terminal Sukorejo. Menurut pengakuan korban, perampokan terjadi setelah dia bersama sopirnya pulang dari menjual cengkih 4,5 ton di Purwokerto dengan mengendarai truk H 9287 GD. Konon aksi itu dilakukan 3 orang yang mengendarai motor RX King. Modusnya dengan cara memarkir motor di tengah jalan untuk menghalangi jalannya truk, lalu pelaku menggedor pintu truk. Karena panik korban menyerahkan tas yang berisi uang dan perhiasan kepada komplotan perampok tersebut. Selang sehari, tas tersebut ditemukan Polsek Tersono Batang, namun uang dan perhiasannya sudah raib. Yang tersisa tinggal kunci mobil, rumah, buku tabungan dan STNK. Padahal, masih menurut pengakuan korban, uang tersebut yang Rp 50 juta milik seorang pengusaha terkenal di Sukorejo. Ada isu santer korban disuruh oleh pihak tertentu agar mengakui jumlah kerugiannya hanya Rp 15 juta padahal sebenarnya Rp 141 juta. Hal ini menjadi tanda tanya mengapa kasus perampokan sebesar ini "lolos" dari liputan media. Kepada pihak Polda Jateng mohon turun tangan mengusut kasus ini secara tuntas agar rasa aman di masyarakat benar-benar terjamin. S Joko Wiyono Sudagaran RT 5/RW 1, Sukorejo *** Alternatif Hidup Sehat Saya punya beberapa CD Alternatif Hidup Sehat melalui terapi yang alami dan ilmiah dari Jepang, yang insya Allah cocok untuk penderita penyakit: jantung, liver, mag, asam urat, darah tinggi, diabetes, kanker, migren, nyeri/kaku persendian, asma, stroke, sinusitis, gondok, pembesaran prostat dan ingin punya keturunan. Bagi yang menginginkan bisa kirim surat dengan mengganti biaya kirim Rp 8.000. Arlany Sapta Wulandari Banyubiru RT 1/RW 4 Dukun, Magelang *** Fulus Fulus alias uang dimiliki masyarakat level atas maupun bawah. Perbedaannya, jika kalangan atas melaporkan kekayaannya ditulis sedikit maka kaum akar rumput akan urung melaporkan sebab minus.Lembaran berharga ini akan laku jika suatu kelompok terjadi transaksi. Namun jika orang tersesat dalam hutan dan membawa uang bermiliar maka nasi sepiring lebih berharga dari uang sebanyak itu. Seolah uang itu bisa mempermainkan pemakainya. Politik uang adalah uang yang diberikan dengan maksud menyedot uang lebih banyak. Cara ini apa bisa disebut wiraswasta?. Ada juga kursi yang diperebutkan untuk mendapatkan uang. Padahal kursi itu fungsinya juga sama untuk duduk. Namun letak kursi antara di rumah dan di gedung Dewan berbeda dalam hal pundi-pundi uang. Selain manusia ternyata tuyul juga butuh uang untuk kelangsungan hidupnya meneteki tuan putrinya. Seolah perputaran bumi ini diakibatkan oleh uang. Ironisnya rakyat jelata mencari uang tidak memandang siang atau malam sedangkan MA dan BPK hanya mempermasalahkan perbedaan uang. Agus Eko Santoso SE Pondok R Patah Blok K1/21, Demak *** Pendidikan Anak Setelah beberapa tahun tinggal dan menetap di desa tempat mengajar, saya melihat masyarakatnya terutama anak-anak dan remaja masih belum mempunyai minat baca. Pada umumnya orang tua juga kurang memperhatikan pendidikan anak. Dengan kondisi seperti itu saya tergugah untuk berusaha meningkatkan minat baca masyarakat. Caranya mendirikan perpustakaan dengan harapan anak-anak makin rajin belajar dan daya pikir masyarakat makin maju serta mendukung dan memperhatikan pendidikan anak. Untuk itu saya mohon bantuan buku kepada para pembaca. Kirimkan buku ke Nilawati, Desa Kutorojo RT 3/RW 2 Kecamatan Kajen Pekalongan atau hubungi 081548075063 atau SD Negeri 01 Kutorojo. Nilawati AMa Kutorojo RT 3/RW 2 Kajen, Pekalongan *** Mbingungi Tulisan eyang Moeljono HP di Surat Pembaca berjudul ''Sulit Mengatur Orang'' patut kita simak. Karena spesifikasi manusia memang unik. Bila kendaraan disuruh maju ya maju dan disuruh mundur ya mundur. Tapi tidak begitu dengan manusia. Bila disuruh maju, akan tanya dulu, ada apa atau kenapa? Begitu pula bila disuruh mundur. Tapi kadang di sisi lain, tidak disuruh maju justru maju atau tidak disuruh mundur malah mundur sendiri. Mbingungi. Lha wong kita menghadapi diri sendiri kadang juga bingung kok. Adanya peraturan, justru karena kita tidak (biasa) tertib. Kalau semua orang mengerti dan sadar hukum mungkin tidak perlu ada peraturan. Tapi saking bingungnya, kadang peraturan sengaja dibuat hanya untuk dilanggar sendiri. Karena mungkin peraturan itu belum saatnya diterbitkan atau susah dilaksanakan. Minimal ada pasal-pasal yang mestinya masih harus direvisi terlebih dulu sebelum diundangkan. Tapi karena dikejar deadline, mungkin karena ada muatan politis tertentu maka langsung diluncurkan. Sampeyan bingung, saya apalagi. Maka menurut saya, mending tiap hari Senin s.d Sabtu pukul 21.30 WIB nongkrong di depan TV nonton acara Empat Mata. Di situ bisa melihat seorang Tukul mampu dengan mudah mengatur orang sekaligus mengatur dirinya sendiri. Hebatnya, orang yang diatur tidak merasa kalau diatur. Memang dalam pencarian hikmah tidak harus dalam acara formal dan serius, dalam acara komedi pun banyak pelajaran yang bisa dipetik walau itu dari wong ndeso, katrok dan culun macam Reynaldi Arwana. Noor Rofiq Jl Wamena V/228-229, Ungaran *** Hadapi Banjir Kendal sering menjadi langganan banjir saat musim hujan akibat luapan air dari sungai besar mampet yang seakan telah menjadi kutukan tersendiri bagi warga kabupaten ini. Pemkab sudah melakukan upaya di antaranya dengan proyek pengerukan kali, namun langkah ini diduga malah menjadi lahan subur bagi beberapa pihak untuk menuai keuntungan. Isu yang beredar di masyarakat, adanya beberapa oknum pejabat yang bermain di belakang layar dengan modus mendirikan perusahaan tapi diatasnamakan orang lain untuk memenangkan tender pengerukan sungai. Alhasil, pengerukan menjadi tidak optimal karena hanya mengejar fee. Lagi-lagi masyarakat yang dibodohi dan dirugikan. Dinas Pengairan Kendal berkesan terlalu lembek dalam menangani kasus yang menyangkut sungai. Contoh, tanah sempadan yang seharusnya tidak boleh didirikan bangunan permanen, kini menjamur di mana-mana bahkan menjadi mode mendirikan bangunan di sempadan sungai. Ada lagi kejadian di Jl Sekopek Kaliwungu, saluran air ditutup dengan cor dan di sampingnya ada bangunan permanen di atas sempadan. Di Jl Donosari Patebon berdiri bangunan permanen juga di sempadan sungai. Apakah dalam ketentuannya diperbolehkan seperti itu?. Efeknya jika berdiri bangunan permanen tentu pemeliharaan sungai menjadi sulit dan berbiaya tinggi. Apalagi dengan dibiarkan bebasnya orang mendirikan bangunan di tempat tersebut seakan Pemkab Kendal "merangkai bom waktu". Suatu saat bila mereka digusur tentu akan melawan dan menciptakan konflik berkepanjangan. Akhirnya penyelesaiannya dengan cara ganti rugi. Lha kan duit rakyat lagi yang disedot. Lebih parah lagi jika musim hujan tiba, saluran menjadi mampet dan sampah teronggok menutupi sungai, banjir lagi, banjir lagi. Mohon dinas terkait dan Ibu Wakil Bupati segera melakukan tindakan nyata menegakkan peraturan dan menyelamatkan warga dari bahaya banjir. Sebab jika tidak dimulai sekarang kapan lagi ada gerakan dari Dinas Pengairan yang berkesan adem ayem saja. Aryo Widiyanto AMd Jl Sri Agung 234 Cepiring, Kendal *** PDAM Kendal Saya sebagai pelanggan menyampaikan selamat atas kesuksesan PDAM Kabupaten Kendal yang berhasil mendapatkan keuntungan besar. Saya juga ingin mengingatkan instansi ini berbaik-baiklah dalam menghabiskan keuntungannya. Jangan sampai menimbulkan dampak yang negatif terhadap pelanggan atau antarkaryawan sendiri. Adapun dampak negatif terhadap pelanggan adalah pelayanan yang kurang baik, air tidak mengalir atau kotor. Kemudian ada laporan dari pelanggan tidak dapat terus dilayani dengan alasan petugasnya sedang ini atau itu. Padahal pelanggan baik hatinya meski harga langganan naik, tidak ada yang ribut. Dampak negatif terhadap karyawan mi-salnya timbul akibat kebijaksanaan direksi yang kurang memperhatikan karyawan bawah. Contoh, pimpinan mengadakan perjalanan ke Padang Sumatera Barat yang menurut pandangan perusahaan kurang produktif. Kemudian masing-masing kepala cabang diberi ponsel dan uang sangu rekreasi dengan jumlah berbeda. Hal ini dapat membuat jurang pemisah antara karyawan bawah dan atas. Harapan saya, yang menjadi direksi adalah orang yang betul-betul andal, berpengalaman luas tentang PDAM, tidak sekadar pengalaman bisnis kecil-kecilan atau bisnis tembakau. Untuk membangun PDAM yang baik seyogianya karyawan membentuk organisasi yang dapat betul-betul mewakili suara mereka. Karena Badan Pengawas yang ada saat ini (maaf) dapat bekerja sama dengan PDAM, tetapi kerja sama yang negatif alias ndherek mawon. Saya mohon untuk menyalurkan keuntungan yang melimpah tersebut hendaklah untuk memperbaiki jaringan atau membuat sumur lagi agar lebih produktif. Ingat, Pabrik Gula Cepiring yang sudah besar dan pengelolanya orang-orang pengalaman dan semua tenaga ahli saja bisa gulung tikar. Sebabnya, ngetung bathi pawitan mati. Sukisman Tamangede RT 2/RW I Gemuh, Kendal *** Nyalon Presiden Bahwa jabatan pemimpin atau presiden/gubernur/bupati/wali kota sebenarnya adalah jabatan amanah dari Allah yang tidak bisa diminta dan tidak bisa diperjuangkan atau dipaksakan. Kalau pun jadi, sungguh berat tugas dan tantangannya. Negara ini morat-marit justru karena para pemimpin dari jabatan atas sampai bawah tidak maksimal dalam bekerja. Mereka lebih banyak santai, tidak tegas, tidak berani serta banyak penasihat tapi tidak dimanfaatkan Tengok pelayanan kepada rakyat makin terabaikan, sembako makin mahal dan tak terjangkau, kesehatan, pendidikan semuannya bver biaya tinggi. Koruptor, pembalak hutan, penyelundup dan importir nakal memasukkan barang kedaluwarsa, beracun dan terkontaminasi, malah bebas berkeliaran. Untuk itu saya imbau, para calon presiden, gubernur, bupati/wali kota mundur saja kalau nantinya tidak tegas, tidak berani alias penakut, tidak transparan alias KKN. Sebab kehancuran negara dan bangsa ini jelas dari polah tingkah pemakan uang BLBI, pembalak hutan, koruptor uang negara, penegak hukum yang nakal dan masih banyak faktor lagi. Indonesia membutuhkan begawan yang ksatria. Untuk menjadi pemimpin harus berani dan tegas. Begawan adalah figur bijaksana, tidak materialistik, ksatria, menegakkan hukum tanpa pamrih serta maju dari melarat, mundur/lengser tetap melarat. Sekali lagi kalau cuma jabatan untuk gengsi, wibawa, bisnis maka sebaiknya mundur saja. H Erlangga Chandra (EI) Bantulan RT 1/RW 1, Banyudono |