| Rabu, 31 Oktober 2007 | NASIONAL |
Disorot, Penumpukan Jamaah di DonohudanSEMARANG - Menjelang musim ibadah haji 2007, Pemprov Jateng mulai memperbaiki sarana dan prasarana di asrama haji Donohudan Solo. Perbaikan itu dilakukan karena masih ada keluhan dari masyarakat yang pernah berada di asrama saat pelaksanaan haji tahun-tahun sebelumnya. Asisten Kesra Slamet Budi Prayitno menyebutkan total calhaj tahun ini yang akan transit melalui Donohudan 33.124 orang. Terdiri 29.395 orang asal Jateng, 3.111 (DIY), 218 (Kalimantan Tengah), 82 (petugas TPHI), 82 (TPIHI), dan 246 (TKHI). Keluhan-keluhan masyarakat selama ini telah direspons oleh Pemprov Jateng. Dari banyaknya keluhan yang banyak diutarakan adalah soal penumpukan calon jamaah haji. ''Terjadinya penumpukan jamaah di Donohudan, setelah kita kaji selama ini karena sistem keberangkatan yang tidak sesuai jadwal, baik berangkat dari daerah asal maupun masuk ke asrama sampai menjelang penerbangan. Kelompok calhaj biasanya datang lebih awal. Akibatnya jamaah menumpuk berjam-jam di dalam bus,'' katanya Selasa (30/10). Tepat Waktu Masalah ini bisa dipecahkan, bila kelompok calhaj dari kabupaten/kota datang tepat waktu. Tidak bisa dipungkiri, pemeriksaan kesehatan sampai barang bawaan tiap calhaj memerlukan waktu lebih kurang satu jam. Oleh karena itu dia sudah meminta panitia haji tingkat kabupaten/kota supaya mengatur anggota kelompok mereka ''Supaya waktunya bisa dipaskan dengan jadwal yang ada. Dengan menghindari penumpukan, maka tidak akan merugikan kelompok yang lain,'' ujar Budi, amirulhaj Jateng, tahun ini. Pemprov Jateng, lanjutnya, sejauh ini telah melakukan sejumlah perbaikan sebagai fasilitas pendukung di asrama haji Donohudan. Mulai perbaikan jalan menuju x-ray yang kerap tergenang air saat hujan, penanaman pohon peneduh di lingkungan asrama, memperluas teras masjid Al Mabrur, penambahan gedung penerimaan jamaah sampai penataan paving di halaman gedung jeddah.(H37,H7-77) |