logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 31 Oktober 2007 NASIONAL
Line

"Sebentar, Saya Tanya Tuhan Dulu''

USAI dibebaskan dari Rutan Pondok Bambu, Lia dan sejumlah pengikutnya segera meluncur ke ''kerajaannya'' di Jl Mahoni, Bungur, Senen, Jakarta Pusat. Mereka tiba sekitar pukul 09.00 WIB.

Lia kemudian mempersilakan wartawan masuk dan duduk di teras rumah sambil menyuguhkan minuman sirup berwarna hijau dan kue bolu.

Berikut petikan wawancara dengan Lia Eden:

Bagaimana kabarnya, Bu?

Mohon maaf, saya tidak bisa diwawancarai karena tidak diperkenankan membela diri. Nanti biar Tuhan yang membela. Kalau kita ngomong tidak dipercaya, nanti bisa salah paham.

Sampai kapan tidak bisa diwawancara?

Selama-lamanya. Semoga pers bisa mengerti kami itu bukan jual mahal atau mempersulit ditemui. Perjalanan yang kami lakukan ini bukan langkah kami, tapi perintah Tuhan.

Apa akan tetap tinggal dan melakukan kegitan ritual di sini?

Iya, ini rumah saya.

Ada ritual apa setelah bebas?

Biasa saja. Hanya sujud dan doa syukur dibebaskan.

Saat ini banyak aliran sesat muncul, komentar Ibu?

Mohon maaf saya tidak berkenan menjawab hal itu.

Kalau ada yang tidak suka ritual Ibu dan kembali memperkarakan Ibu?

Saya kan sudah dipenjara, masa dipenjara lagi. Jumlah pengikut saya cuma 48, tidak berbahaya.

Bisa bertambah nggak jumlah pengikut?

Sebentar, saya tanya Tuhan dulu. (sekitar 30 detik, Lia kemudian memejamkan mata sambil menundukkan kepalanya dan berkomat-kamit). Waduh (pengikut) kami tidak bertambah. Mempertahankan yang ada saja sulit. Malah yang keluar itu ada.

Keluar karena apa?

Mereka tidak kuat karena beratnya pensucian yang harus dilakukan sehingga mereka tidak sanggup. (dtc-62)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA