logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 31 Oktober 2007 NASIONAL
Line

Kepala PPATK: Tidak Ada Transfer Eddy Tansil

JAKARTA- Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Hussein membantah adanya transfer dana Eddy Tansil ke Indonesia. Cerita transfer koruptor buron itu hanyalah contoh dalam training yang diikuti wartawan 27 Oktober.

"Jika ditanya soal transfer Eddy Tansil, jawabannya tidak ada. Itu hanyalah contoh diberikan pada wartawan dalam latihan International Fund Trans-fer Instruction (IFTI) yang dimiliki Australia," kata Yunus dalam jumpa pers di Media Center Depkum HAM, Jakarta, Selasa (30/10).

Tak Diperpanjang

Hal itu diberikan IFTI sebagai contoh kepada wartawan yang mengikuti pelatihan di Hotel Novotel, Bogor. Transfer itu, menurut dia, tidak pernah terjadi.

"Kalau ditanya Eddy Tansil sudah transfer atau belum, saya katakan belum. Saya belum terima (informasinya)," tuturnya. "Jadi nggak usah diperpanjang, transfer itu belum pernah ada," imbuhnya sambil tersenyum kepada wartawan.

Dia menyebutkan dalam RUU Tindak Pidana Pencucian Uang yang sedang digodok di DPR, diperkenalkan pula lembaga semacam IFTI.

Seperti diberitakan, Kejaksaan Agung (Kejagung) tengah mengklarifikasi kabar dari PPATK tentang transfer sejumlah dana ke Indonesia dari Eddy Tanzil.

Eddy Tanzil yang saat ini masih berstatus buronan, setelah kabur dari LP Cipinang 1996, adalah terpidana kasus kredit macet eks Bank Bapindo sebesar Rp 1,3 triliun.

''Kami sedang klarifikasi dan pelajari,'' kata Jaksa Agung Hendarman Supnadji.

Menurutnya, perlu penelusuran ekstrahati-hati atas lika-liku pengiriman dana yang dikirimkan Eddy, karena proses yang dilakukannya cukup panjang. (dtc-60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA