logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 31 Oktober 2007 NASIONAL
Line

Regenerasi, Pemuda Tak Perlu Alergi Parpol

JAKARTA- Agar regerenasi kepemimpinan berlangsung cepat, kalangan muda diminta tidak alergi terhadap partai politik. Ajakan itu disampaikan Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Soetrisno Bachir, saat bicara dalam pertemuan nasional organisasi kepemudaan di Jakarta.

''Kalau pemuda alergi politik, nanti yang jadi pemimpin orang-orang tua lagi,'' kata Soetrisno dalam diskusi bersama Ketua Umum Partai Bintang Bulan Hamdan Zoelva dan Rama Pratama (PKS) di Hotel Sahid Jakarta, Selasa (30/10).

Diskusi yang dihadiri aktivis pemuda dari seluruh Indonesia tersebut mengambil tema ''The New Deal, Membangun Kesepahaman Baru Pemuda Indonesia''. Hari ini, peserta forum pemuda itu diterima Wapres Jusuf Kalla.

Menurut Soetrisno, untuk ukuran Indonesia, usia di atas 60 tahun kategori tua. Sebab, angka harapan hidup rata-rata orang Indonesia masih pendek. Hal itu terkait gizi dan pola hidup yang tidak sehat. Lain halnya dengan negara maju seperti Malaysia dan Singapura.

Contohnya, Ahmad Badawi, jadi perdana menteri di Malaysia ketika usia lebih 70 tahun. Mahathir Mohamad yang berusia 80 tahun masih kelihatan bugar. Begitu juga dengan mantan Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew yang usianya lebih dari 80 tahun.

''Mereka masih produktif dan kreatif untuk memajukan bangsa,'' ujarnya.

Kasus Indonesia lain. Sangat sulit berharap kepada tokoh di atas 60 tahun mampu melakukan terobosan dan perubahan-perubahan besar bagi bangsa dan negara. Mulai dari Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla, Megawati, Wiranto, Sultan Hamengkubuwono, Sutiyoso, Gus Dur, dan Amien Rais , semuanya sudah berkepala enam.

''Jadi, wajar jika kemudian Pak Amien Rais menyebut perlunya pemimpin bangsa di bawah 60 tahun,'' katanya.

Percepat Regenerasi

Anggota DPR dari PKS, Rama Pratama, mendukung gagasan Soetrisno. Menurutnya, para pemuda harus segera masuk parpol agar terjadi percepatan regenerasi kepemimpinan nasional. ''Tapi, begitu anak muda berduyun-duyun masuk parpol, jangan dibiarkan mereka membusuk di parpol,'' tandasnya.

Rama meminta, agar para elite parpol, khususnya yang berusia di atas 50 tahun, memberi ruang tampilnya para pemuda dalam kendali partai.

Hamdan Zoelva, menyebut jangan berharap banyak perubahan terjadi kepada pemimpin di atas 60 tahun. Mereka yang berusia di atas 50 tahun, umumnya dihinggapi sikap ragu.

''Perubahan besar hanya mungkin dilakukan tokoh muda,'' jelas Hamdan.(bn-48)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA