| Rabu, 31 Oktober 2007 | NASIONAL |
Sky Hawk TNI AU Jatuh di Pekanbaru
PEKANBARU - Pesawat tempur jenis Sky Hawk seri 200 milik TNI AU jatuh di luar ujung landasan Bandara Sultan Syarif Kasim, Pekanbaru, Riau, Selasa (30/10). Pesawat yang dipiloti Kapten Kapten Penerbang Hermawan Muhammad Kisa tersebut terbalik dengan posisi ban ke atas. Pilot dikabarkan selamat dari musibah itu, namun perlu mendapatkan perawatan di rumah sakit. Posisi jatuhnya pesawat hanya 1 meter dari rambu-rambu berupa lampu di bandara yang dipasang tiap 200 meter. Sekitar 20 personel TNI AU, dari Paskhas dan kesatuan lainnya langsung berjaga di lokasi jatuhnya pesawat tersebut. Mereka menghalau puluhan warga dan wartawan yang berusaha mendekati lokasi. Mereka bahkan marah ketika para jurnalis mengabadikan pesawat apes itu lewat kamera. Wartawan yang berada di pinggir pagar pembatas bandara diusir. Sekitar pukul 11.00, lima personel Paskhas menyelimuti pesawat itu dengan terpal. Menurut kesaksian warga, pesawat itu jatuh sekitar pukul 09.00 WIB. "Ada bunyi dug, seperti benda jatuh dari atas," kata Ani (27), warga yang tinggal 200 meter dari TKP. "Tidak ada ledakan, hanya terdengar suara benda jatuh," imbuhnya. Akibat jatuhnya pesawat tempur itu, aktivitas bandara ditutup sementara selama satu jam. Jadwal penerbangan pesawat Lion Air dan Garuda rute Pekanbaru-Jakarta pun sempat tertunda. Kepala Cabang PT Angkasapura II Bandara SSK M Muslihat mengatakan, bandara ditu-tup sementara dari pukul 09.00 hingga 10.00 WIB. "Informasi dari TNI AU yang saya terima, pesawat itu berjenis Sky Hawk," kata Muslihat. Gagal Take Off Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Daryatmo menjelaskan, peristiwa itu terjadi karena pesawat gagal lepas landas. "Sekitar pukul 08.48 WIB, pesawat yang dipiloti Kapten Penerbang Hermawan Muhammad Kisa akan mengikuti latihan rutin. Ada tiga pesawat yang akan latihan," jelas Daryatmo. Namun ketika hendak take off, kata dia, pesawat yang digunakan TNI AU sejak 1996 itu tidak mau mengudara. "Pesawat gagal take off dan pilot memutuskan abort take off," tutur dia. Sayangnya, lanjut Daryatmo, pilot Hermawan tidak sempat menekan tombol kursi pelontar sehingga jatuh bersama pesawat. Untungnya, kata dia, pilot tidak luka berat. "Pilot hanya syok, dan sudah dibawa ke rumah sakit. Kondisi pesawat patah di bagian hidung dan rusak di kanopi (penutup kokpit pilot)," tandas Daryatmo. Hingga sore kamarin, TNI AU belum bisa memastikan penyebab jatuhnya pesawat tempur itu. "Masih kami selidiki. Sudah ada tim penyelidik yang dikirim untuk mencari penyebab jatuhnya pesawat," kata Daryatmo. Dia yakin, pesawat dalam kondisi baik dan laik terbang. Dia enggan berspekulasi jika kecelakaan itu akibat kesalahan pilot. "Masih kami cari tahu," ujarnya. (dtc-62) | ||||