logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 31 Oktober 2007 MURIA
Line

Belum Ada Negosiasi Harga Lahan

JEPARA - Sampai saat ini belum ada negosiasi mengenai harga lahan, sejak muncul informasi ekspansi PLTU Tanjung Jati B pada 2006. Masyarakat pemilik lahan juga belum mengetahui kapan sebenarnya proyek perluasan instalasi itu dilakukan. Karena itu, kepentingan masyarakat belum bisa disampaikan langsung ke pemilik proyek lantaran belum ada pembicaraan resmi kedua pihak.

Jani, tokoh masyarakat, di Pantai Bayuran Desa Tubanan, Kecamatan Kembang mengemukakan hal itu, kemarin. "Sama sekali belum ada negosiasi. Jadi, masyarakat juga belum menentukan berapa harga lahan yang ditawarkan."

Rencana ekspansi itu pernah disampaikan Agus Wahyono dari PT PLN Persero. Pada awal 2007, survei lokasi juga dilakukan, antara lain melibatkan Dinas Lingkungan Hidup Pertambangan dan Energi (LHPE) Jepara dan Bappedalda Jateng.

Susun Amdal

Survei itu dilakukan untuk menyusun analisis mengenai dampak lingkungan (amdal). Sebab, pada kawasan calon ekspansi itu sebagian dekat dengan permukiman.

Jani menyebutkan, informasi awal lahan yang rencananya luas tanah yang dibebaskan 200 hektare. Sejauh ini, aspirasi warga di kampung nelayan Pantai Bayuran di utara lokasi PLTU itu menginginkan ada relokasi, seandainya proyek perluasan itu terlalu dekat dekat dengan permukiman. Kawasan calon lokasi itu didominasi sawah.

Saat ini sudah ada dua instalasi, yaitu unit 1 dan 2. Ekspansi itu untuk pembangunan instalasi unit 3 dan 4. Tim Sembilan dari Pemkab yang memfasilitasi masalah pembebasan lahan mengemukakan, rencana itu masih ada sampai sekarang. Hanya pembangunan isntalasi baru nanti masih cukup di lahan dekat instalasi 1 dan 2.

"Rencana pembebasan untuk 200 hektare memang hanya untuk infrastruktur pendukung," ucap dia. (H15-69)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA