| Rabu, 31 Oktober 2007 | SEMARANG |
35 Kabupaten/Kota Endemis Demam Berdarah
SALATIGA- Dalam musim hujan penyebaran penyakit demam berdarah (DB) di wilayah Jateng diperkirakan bakal meningkat. Kalau tahun lalu baru 33 kabupaten/kota yang menjadi daerah endemis DB, maka tahun ini telah menjadi 35 kabupaten/kota atau di seluruh wilayah Jateng. ''Berdasarkan laporan dari masing-masing daerah, diperkirakan sebanyak 35 kabupaten/kota telah menjadi wilayah endemis DB,'' kata Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Jateng Dr Hartanto MMEd Sc, Selasa (30/10) pagi. Dia mengatakan hal itu di sela-sela kegiatan Raker Kesehatan Daerah Jateng yang berlangsung di Hotel Quality Salatiga, yang dihadiri Kepala Biro Perencanaan Departemen Kesehatan Dr Budihardja dan Asisten Kesra Sekda Jateng Budi Prayitno. Kegiatan yang berlangsung dua hari itu diikuti, para kepala dinas kabupaten/kota, direktur rumah sakit, BKKBN, pengurus Askes, dan lainnya. Hartanto menerangkan, ada kecenderungan peningkatan jumlah penderita DB dalam tiga tahun ini sehingga perlu menjadi perhatian semua pihak termasuk masyarakat. Berdasarkan data yang ada, Index Ratio (IR) DB pada tahun 2005 sebesar 2 tiap 10.000 penduduk, IR tahun 2006 sebesar 3,37 tiap 10.000 penduduk, dan IR sampai dengan Oktober 2007 sebesar 4,95 tiap 10.000 penduduk. ''Hal ini menggambarkan bahwa kasus penyakit DBD dalam tiga tahun terakhir di Jawa Tengah mengalami peningkatan,'' jelasnya. PSN Adapun, penyebaran penyakit DB dapat ditekan dengan melibatkan masyarakat. Salah satunya adalah dengan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Menurutnya selama ini orang lebih pada fokus pada pengasapan atau fogging guna pemberantasan nyamuk. Namun justru yang dilakukan masyarakat adalah dengan PSN. ''Fogging itu hanya membunuh nyamuk dewasa saja, tetapi pemutusan rantai perkembangbiakan nyamuk juga perlu. Artinya keduanya akan dilakukan bersama-sama.'' Dengan PSN maka tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk dapat dilenyapkan. Maka secara otomatis akan membunuh jentik-jentik yang nantinya menjadi nyamuk dewasa sebagai penyebar virus DB. Dalam raker tersebut juga dibahas, berbagai jenis penyakit yang perlu diwaspadai oleh masyarakat seperti HIV/AIDS, Flu Burung, malaria, dan penyakit paru. Juga dibahas tentang gizi buruk balita, kematian ibu/bayi, dan dampak penyakit akibat bencana alam. (H2-16) |