| Rabu, 31 Oktober 2007 | SEMARANG |
Truk Vs Truk, Jalur Tuntang-Bawen Macet
TUNTANG- Tabrakan antara truk pengangkut plastik B-9186-DC dengan truk angkut pupuk H-1609-QC, terjadi di tanjakan Asinan Kecamatan Bawen atau beberapa meter dari jembatan Tuntang Kabupaten Semarang, Selasa (30/10) dinihari. Tidak ada korban jiwa, tetapi akibat tabrakan tersebut truk menutup badan jalan, sehingga jalur Semarang-Solo yang selalu padat kendaraan macet selama beberapa jam. Tabrakan terjadi sekitar pukul 01.00. Kejadian berawal ketika truk pengangkut plastik melaju dari arah Salatiga menuju Ungaran. Saat melewati tanjakan Asinan, truk berusaha menyalib truk lainnya H-2421-F yang mogok di lajur kiri jalan. Namun karena beban berat dan jalan dalam keadaan basah, truk pengakut plastik tidak kuat melewati jalan itu dan berhenti melewati markah jalan. Selang beberapa menit muncul truk pengangkut pupuk dari arah Bawen, yang tidak melihat kendaraan di depannya mogok. Budi, sopir truk pupuk berusaha menghindar, namun karena terlalu dekat tabrakan tidak dapat dihindari. ''Saya kaget tidak melihat lampu atau tanda jika ada kendaraan berhenti melebihi marka jalan. Saya sempat banting kiri namun tabrakan tetap terjadi,'' ujar Budi yang hingga pukul 07.00 masih berada di lokasi. Sejak tabrakan hingga pukul 05.30, jalur Tuntang-Bawen macet. Terjadi antrean panjang kendaraan mulai dari Lopait hingga Jembatan Tuntang. Begitu juga terjadi antrean panjang dari Bawen hingga Asinan. Sejumlah pengemudi dari Ungaran ke Salatiga, kemudian melewati jalur alternatif Ambarawa-Banyubiru-Salatiga. Sedangkan kendaraan dari Salatiga yang sudah terlanjur hingga jembatan Tuntang belok kiri lewat Asinan-Ambarawa-Bawen. Sejumlah petugas dari Satlantas Polres Semarang yang mendapat laporan itu, langsung menuju ke lokasi. Tetapi karena masih terlalu pagi, sehingga kendaraan derek belum bisa didatangkan. ''Kejadian sekitar pukul 01.00. Sekitar pukul 05.30, truk pengangkut pupuk bisa dipinggirkan dan dan truk pengangkut plastik bisa diderek ke Bawen,'' ujar Bripka Prihadi anggota Satlantas. Arus lalu lintas kemudian berangsur-angsur lancar, tetapi harus dengan sistem buka tutup. Sekitar pukul 08.00 arus kendaraan kembali normal. (H2-16) |