| Rabu, 31 Oktober 2007 | SEMARANG |
Jalan Kabupaten di Kawengen Tidak Terawat
UNGARAN - Jalan yang menghubungkan Desa Kalongan dan Kawengen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, selama tujuh tahun tidak terawat. Kondisi jalan yang juga menjadi akses utama dari Kota Ungaran menuju Mranggen, Kabupaten Demak ini, rusak parah. Setidaknya empat kilometer dalam kondisi rusak ringan dan sedang, serta 1,5 kilometer rusak parah. Warga Desa Kawengen sangat prihatin dengan kondisi tersebut. Karena kontur jalan yang curam di sejumlah titik, sangat membahayakan pengendara motor. ''Sudah sering orang jatuh dari kendaraan karena jalan banyak berlubang dan licin karena banyak kerikil. Apalagi saat musim hujan yang mulai datang seperti sekarang ini,'' kata Yasin Anwar (24) warga Dusun/ Desa Kawengen, Ungaran Timur, kemarin. Dia mengatakan, akses jalan tersebut sangat vital untuk menggerakkan roda ekonomi warga Ungaran dan sekitarnya. Jalan kabupaten ini, lanjut dia, hampir setiap hari digunakan pedagang sayur dari Ungaran untuk berjualan di Pasar Mranggen. Dari Kota Ungaran menuju Kawengen berjarak sekitar 14 kilometer, adapun dari Kawengen ke Mranggen sekitar 15 kilometer. ''Jalan yang rusak di Desa Kawengen yaitu antara Dusun Gendurit hingga Dusun Kalipawon yang berbatasan dengan Desa Banyumeneng, Mranggen,'' terang Yasin. Ia menjelaskan, jalan tersebut dibangun sekitar 1999 dan baru ada perawatan satu kali pada 2000. Pantauan di lapangan, jalur tersebut juga dilalui angkudes yang mengangkut penumpang melebihi kapasitas. Menurut warga, anak-anak sekolah yang duduk di atap angkudes merupakan pemandangan biasa hampir setiap hari. Kepala Desa Kawengen Siswanto menyatakan, sudah lama pihaknya mengusulkan jalan tersebut untuk segera dibangun. ''Memang sudah disurvei DPU tapi belum dibangun. Jalan ini sudah tujuh tahun tidak dirawat,'' kata Siswanto kemarin. Untuk saat ini mestinya bukan lagi perawatan, tapi membangun jalan yang baru khususnya dari Jatirejo-Watupawon, Desa Kawengen. Rp 400 juta Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang Ir Totit Oktoriyanto menjelaskan, saat ini pihaknya tengah mengajukan dana ke Pemprov Jateng. ''Ada dana pembangunan dari APBD I karena jalan yang akan dibangun tersebut menghubungkan antarkabupaten untuk menunjang kerja sama Kedungsapur,'' kata Totit saat dihubungi di sela-sela rapat dengan DPRD Jateng, Selasa (30/ 10). Soal jalan di Kawengen, ia membenarkan sudah lama tidak ada perawatan. Pihaknya pada 2008 akan membangun jalan kabupaten dari Kalongan-Kawengen. ''Dana yang kami ajukan sekitar Rp 400 juta. Dana tersebut termasuk dana pendamping dari APBD II sebesar 30 % dari alokasi yang disetujui,'' terangnya. Menurut Totit, di Kawengen ada tiga hingga empat kilometer panjang jalan yang rusak. Dijelaskannya, jika dana yang disetujui DPRD Jateng relatif kurang, bisa jadi dana pendamping dari APBD II sebesar 50 %. Selain Kalongan-Kawengen, DPU kabupaten ini juga akan membangun jalan dari Kelurahan Susukan - Desa Mluweh, Ungaran Timur. Dana yang diajukan sekitar Rp 314 juta ke provinsi. (H14-16) |