| Rabu, 31 Oktober 2007 | SEMARANG |
Waspadai Lima Penyakit Hewan TernakUNGARAN - Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Jateng Ir Kusmaningsih MP mengingatkan agar masyarakat mewaspadai lima penyakit hewan ternak saat pancaroba ini. Curah hujan yang tinggi disertai angin kencang sangat memungkinkan ternak terserang penyakit. Sebab dari suhu panas di Jateng yang mencapai 35 derajat celsius menuju kondisi yang mulai dingin. ''Lima penyakit strategis yang sangat mungkin terjadi di Jateng adalah antraks, newcastle desease (ND) atau tetelo pada ayam, brucellosis (keguguran pada sapi), hog cholera, dan avian influenza (flu burung),'' kata Kusmaningsih di Ungaran, Selasa (30/ 10). Didampingi Kasubdin Keswan dan Kesmavet dokter hewan Dwi Asih, Kusmaningsih menjelaskan, dalam pergantian musim ini dimungkinkan kuman dan virus yang sebelumnya bersifat apathogen berubah menjadi pathogen (menimbulkan penyakit). Untuk mengantisipasi hal ini Disnak provinsi telah menyusun strategi di antaranya memberi edaran kepada Disnak kabupaten/ kota se-Jateng untuk mewaspadai kemungkinan sejumlah penyakit tersebut. Pihaknya juga menyiapkan paket obat-obatan untuk meningkatkan daya tahan ternak dan pengobatannya. ''Kami sudah memberikan vaksin antraks untuk daerah endemis, yaitu di Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Boyolali, dan Klaten, sebanyak 8.000 dosis,'' terang Kusmaningsih. Sementara itu hingga sekarang Disnak Jateng juga telah mendistribusikan 16 juta dosis dari 20 juta yang disediakan. ''Kami masih memiliki stok 4 juta dosis vaksin AI,'' imbuh Kepala Disnak. Adapun untuk vaksinasi ND, diharapkan ada swadaya dari masyarakat. Untuk pelaksanaan biosecurity (penyemprotan kandang-Red) disediakan desinfektan sebanyak 8.600 liter dan sudah didistribusikan 6.000 liter. Penyuluhan AI Untuk antisipasi penyakit hewan menular, di Jateng juga dibentuk dua Local Desease Control Center (LDC) yang berada di Semarang dan Purwokerto untuk melayani 35 kabupaten/ kota. Selain itu juga ada training of trainer participatory learning and action (TOT-PLA) bagi calon fasilitator dari 22 kabupaten/ kota untuk aktif penyuluhan AI. Kegiatan ini hasil kerja sama Disnak Jateng, Dinkes Jateng, Bappeda Jateng, dan Unicef. Ditambahkan Kasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan dokter hewan Siswiyatun MM, di provinsi ini jumlah petugas participatory desease surveillance (PDS) ada 138 orang dan petugas participatory desease respons (PDS) terdapat 132 orang. ''Biasanya tiap kabupaten/ kota mempunyai empat PDS/ PDR,'' terangnya. Baru-baru ini, sebanyak 18 pekerja harian di Disnak Jateng menerima SK CPNS Formasi 2006. (H14-16) |