| Rabu, 31 Oktober 2007 | SEMARANG |
Pedagang Mrican Turun LagiSEMARANG- Baru sekitar tiga minggu menempati bangunan baru di Lantai II, pedagang Pasar Mrican kembali turun ke tepi Jalan Tentara Pelajar. Itu mereka lakukan karena kondisi bangunan baru tersebut sepi. Pembeli memilih berbelanja kepada pedagang di sebelah timur Jembatan Mrican, karena dirasa lebih praktis. ''Sudah dua hari ini kami kembali jualan di tepi jalan. Kalau tidak nekat begini, dagangan kami tidak laku. Bisa bangkrut nanti,'' kata Istiqomah, seorang pedagang, Selasa (30/10). Selama menempati Lantai II, pedagang mengaku rugi. Barang dagangan mereka sedikit yang terbeli. Padahal, sebagian besar adalah berdagang buah dan sayuran. Jika tidak laku, barang dagangan tersebut membusuk. ''Lihat, buah mangga saya ini banyak yang busuk kan. Kalau terus begini ya bisa tekor. Berdagang itu untuk mencari untung, bukan rugi.'' Istiqomah mengaku, sejak berjualan di Lantai II menjelang Lebaran lalu, modalnya kian hari kian menyusut. Dari semula Rp 300.000 tinggal Rp 100.000. Kondisi serupa dialami pedagang lain. Tak ingin terus merugi, mereka bersepakat turun ke bawah. Sebagian menempati pelataran pasar, dan yang lain menggelar dasaran di atas trotoar jembatan. ''Tekat kami sudah bulat. Kalau nanti dioprak-oprak Satpol PP lagi, kami hanya bisa pasrah,'' tutur Suwarti (45), pedagang buah. Para pedagang, lanjut dia, sebenarnya ingin mematuhi peraturan. Tapi kalau peraturan itu justru merugikan, mereka terpaksa melanggarnya. Dari pantauan Suara Merdeka, kondisi jalan di depan Pasar dan di atas Jembatan Mrican kembali semrawut. Selain pedagang yang menggelar dasaran, ada juga tukang becak yang memarkir becaknya di tepi jalan. Akibatnya, arus lalu lintas menjadi terganggu. Penyebab Sepi Kepala Pasar Mrican, Umaryanto menengarai pedagang di sebelah timur Pasar sebagai penyebab sepinya Lantai II. Melihat lokasi di atas jembatan kosong, mereka nekat menempatinya. ''Selain membuat pembeli enggan naik ke Lantai II, keberadaan pedagang yang menempati trotoar di atas jembatan menimbulkan kecemburuan. Akhirnya pedagang yang berada di Lantai II kembali turun,'' papar Umaryanto. Dia mengaku tak bisa memaksa pedagang bertahan di bangunan Lantai II. Upaya yang bisa dilakukan adalah meminta pedagang dari sebelah timur jembatan kembali ke lokasi mereka semula. Kendati demikian, upaya itu belum membuahkan hasil. Para pedagang itu cenderung nekat. Pagi hari ditertibkan, sorenya mereka kembali lagi. ''Kami harap Satpol PP dan Satgas Dinas Pasar turun ke lapangan untuk menertibkan pedagang yang nekat berjualan di luar Pasar. Selain itu juga harus dilakukan pengawasan terus-menerus,'' tandasnya. (H6-56) |