logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 31 Oktober 2007 SEMARANG
Line

Pemilih Pemula Jadi Target Sosialisasi

  • Diharapkan Tak Mudah Diprovokasi

SEMARANG- Kalangan pemilih pemula yang akan mencoblos untuk kali pertama pada pemilihan gubernur (Pilgub) 2008 diharapkan memahami betul pelaksanaan Pilkada. Dengan cara itu, mereka tidak mudah terprovokasi, sehingga kemungkinan gesekan di lapangan dalam kaitan pesta demokrasi itu bisa diminimalkan.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Kesbang dan Linmas Kota Semarang, Sujitno, ketika menjadi nara sumber pada sosialisasi Pilkada di aula Balai Kota, baru-baru ini. Sosialisasi itu mengusung tema ''Peran Pemuda (Pemilih Pemula) dalam Menyongsong Pilkada Gubernur Jateng 2008.''

Selain Sujitno, sosialisasi yang diikuti 400-an pemilih pemula itu, menghadirkan nara sumber Ketua DPRD Kota Sriyono, anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nurul Akhmad, serta Kabag Binamitra Polwiltabes AKBP Sri Mulyati SE.

''Potensi konflik dalam Pilkada merupakan subjek yang harus menjadi perhatian para pemuda sebagai pemilih pemula,'' kata Sujitno.

Dia berharap, para pemilih pemula tidak mudah terprovokasi, terlebih menjadi pencipta konflik dalam Pilkada.

Sebaliknya, mereka justru diharapkan bisa menjadi peredam sekaligus ikut memelihara iklim kondusif di Kota Semarang.

''Di sisi lain, para pelaksana pemungutan suara diminta melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, mengawasi pelaksanaan agar berjalan lancar, serta mengajak para pemilih menggunakan hak pilihnya,'' ujarnya.

Ditambah, Pilgub 2008 akan diikuti 24 juta pemilih yang merupakan penduduk Jawa Tengah. Rencananya, menurut informasi KPU Jateng, pemungutan suara akan dilaksanakan 22 Juni 2008.

Daftar Pemilih

Pemilih pemula, kata Nurul, adalah warga negara yang sudah berusia 17 tahun atau belum berusia 17 tahun tetapi sudah menikah, yang baru pertama kali mengikuti Pemilu/Pilgub/Pilwakot.

''Untuk bisa menggunakan hak pilihnya, mereka harus terdaftar sebagai pemilih dalam daftar pemilih yang dikeluarkan KPUD, tidak sedang dicabut haknya oleh pengadilan, serta tidak terganggu jiwa atau ingatannya,'' kata Nurul.

Sementara Sri Mulyati mengatakan, dalam rangka pengamanan Pilgub 2008, kepolisian mengedepankan fungsi preventif untuk menciptakan situasi kamtibmas dan penegakan hukum mulai.

Kegiatan itu telah terencanakan dengan baik, muilai dari tahap persiapan hingga konsolidasi, termasuk pengamanan lokasi Pilgub agar terlaksana dengan aman, tertib, dan terkendali. (H9,H12-18)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA