logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 31 Oktober 2007 SEMARANG
Line

Warga Mangkang Wetan Waswas

  • Tanggul Kali Bringin Kritis

TUGU- Memasuki musim penghujan, warga Mangkang Wetan, terutama yang tinggal di dekat bantaran Kali Bringin merasa waswas. Pasalnya, banyak titik di tanggul kali tersebut dalam kondisi kritis. Mereka khawatir jika hujan lebat turun di bagian hulu, tanggul itu jebol dan mengakibatkan banjir bandang.

Abdul Jamil (46) warga RT 2 RW 5 menuturkan, tanggul yang kritis paling banyak berada di wilayahnya. Tanggul yang berupa gundukan tanah dan hanya diperkuat dengan konstruksi bambu itu, membentang sepanjang kurang lebih 300 meter.

''Musim hujan sudah datang, tekanan air Kali Bringin yang kuat sewaktu-waktu dapat menghancurkan tanggul itu,'' ujar Jamil, Selasa (30/10).

Perlu diketahui, Mangkang Wetan merupakan daerah rawan banjir bandang. Tiap tahun, saat musim penghujan, hampir bisa dipastikan ada tanggul Kali Bringin jebol. Terakhir, bulan Februari lalu, sejumlah titik tanggul kali itu jebol, hingga mengakibatkan sejumlah rumah warga tergenang dan rusak.

Langkah Darurat

Warga sebenarnya ingin memperbaiki tanggul secara permanen dengan konstruksi batu kali, namun mereka tidak memiliki dana cukup.

Akibatnya, mereka hanya akan melakukan langkah darurat, yakni memperkuat tanggul dengan urukan tanah yang diambil dari dasar kali.

''Dibanding RT-RT lain, tanggul di wilayah kami paling panjang. Uang kas RT tidak mencukupi untuk membangun talut permanen. Tapi kami akan tetap memperbaiki tanggul ala kadarnya dengan kerja bakti Jumat besok.''

Februari lalu, seusai bencana, pejabat pemerintah dari camat, wakil wali kota, wali kota sampai gubernur, menjanjikan bantuan pembangunan talut permanen. Kendati demikian, sampai sekarang janji tersebut tidak kunjung direalisasikan.

''Dulu, Pak Gubernur yang mendengar adanya bencana banjir bandang langsung datang ke Mangkang Wetan. Beliau seperti Pak Wali Kota dan Pak Wakil Wali Kota menjanjikan bantuan talut permanen. Tetapi janji tinggal janji.''

Pembangunan talut, kata Kusyadi (48) warga lain, sebenarnya masih bisa dilakukan sekarang. Pasalnya, musim hujan saat ini masih dalam tahap awal. Jika dibangun secara maraton akan rampung sebelum puncak musim hujan, yakni antara Januari-Maret.

''Warga di sini siap bergotong royong membangun tanggul itu,'' kata Kusyadi.

Pantauan Suara Merdeka, sebagian tanggul Kali Bringin memang dalam kondisi kritis. Tanggul itu masih berupa tanah dan diperkuat dengan patok dan anyaman bambu. Sebagian patok sudah terlihat rusak. (H6-56)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA