| Rabu, 31 Oktober 2007 | SEMARANG |
Banjir, Siswa DipulangkanSEMARANG- Ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah V dan TK Bustanul Athfal VIII yang berlokasi di Jalan Cumi-cumi Raya, Bandarharjo, Semarang Utara, dipulangkan lantaran banjir memasuki ruang kelas kedua sekolah tersebut, Selasa (30/10). Pantauan Suara Merdeka, air yang menggenangi ruangan kelas dan kantor kepala sekolah dan Bagian Administrasi mencapai setinggi 20 cm. Sedangkan di halaman sekolah, air mencapai 30 cm. Siswa kelas I, II, dan III serta TK, dipulangkan lebih awal, yakni pukul 08.30. Sedangkan siswa kelas IV, V, dan VI, terpaksa belajar di gedung baru yang pengerjaannya belum selesai. Gedung tersebut berada di belakang bangunan lama yang terendam air. Akan tetapi, pada pukul 10.00, seluruh siswa di sekolah tersebut dipulangkan. Sebagian siswa kelas I, II, dan III yang dipulangkan terlebih dulu itu, datang kembali ke sekolah dengan mengenakan baju bebas (tidak seragam). Mereka dengan menggunakan ember dan gayung, mengeluarkan air yang menggenangi ruang kelas. Ketua Komite Sekolah, Sujoto mengatakan, banjir tersebut dikarenakan derasnya hujan yang mengguyur Kota Semarang, Senin (29/10) malam. ''Untuk menghindari para siswa kedinginan dan sakit, kami memulangkannya lebih awal. Sebagian lainnya, terpaksa belajar di bangunan yang sedang dalam tahap pengerjaan,'' kata Sujoto. Dia menjelaskan, sekolah tersebut mempunyai tujuh kelas dan 222 Siswa. Sedangkan untuk TK, terdapat 80 siswa. Apabila musim hujan tiba, hampir dipastikan air memasuki ruangan kelas. Kurang Dana Pihak sekolah saat ini tengah membangun gedung baru. Akan tetapi, dana yang dibutuhkan masih kurang cukup. Bangunan tersebut membutuhkan biaya Rp 1 miliar. Pihaknya telah mendapatkan bantuan Rp 114.400.000, masing-masing dari Provinsi Rp 14,4 juta lebih dan Pemkot Rp 100 juta. ''Kebutuhan bangunan baru ini sangat mendesak. Sebab, setiap musim hujan tiba aktivitas belajar para murid terganggu lantaran banjir memasuki ruangan kelas,'' tandas dia. Selain hujan, sekolah tersebut sering terkena rob. Pihak sekolah telah meninggikan bangunan berulang kali. Namun, banjir dan air rob tetap masuk ke ruangan kelas. Sementara itu, banjir juga terjadi di SDN Bandarharjo II dan TK PGRI 108, Jalan Lodan Raya No 1, SD Inti Purwogondo 1, serta SD dan SMP Al Irsyad Islamiyyah, Jl Petek. Akan tetapi, air tidak sampai masuk ke ruangan kelas. Air menggenangi halaman sekolah hingga batas lutut orang dewasa. Kendati demikian, aktivitas belajar para siswa di kedua sekolah tersebut tetap berjalan seperti biasa. (H40, H22-56) |