| Rabu, 31 Oktober 2007 | SEMARANG |
Dua Rumah Kena Longsor
SEMARANG- Hujan deras Senin (29/10) malam mengakibatkan dua rumah di Kelurahan Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur, terkena longsoran tebing. Hujan juga mengakibatkan sebuah talut di Jalan Diponegoro ambrol. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Dua rumah yang terkena longsor adalah milik Alusius Priyono, warga RT 2 RW 6 dan Suhadi, warga RT 3 RW 6. Tebing di belakang rumah tersebut longsor pada saat hujan deras yang terjadi sekitar pukul 21.00. Air bercampur lumpur merusak bagian belakang serta menggenang di dalam rumah. Menurut Astuti (21), putri Priyono, longsoran tanah berasal dari tebing di belakang rumahnya yang akan ditalut. Beberapa saat setelah hujan deras turun, air berwarna kecokelatan masuk lewat pintu belakang rumah. Ketika pintu dibuka, yang masuk tak hanya air, tapi juga tanah. ''Air dan tanah itu seperti disuntak dari atas. Kami kalang kabut, sebab semua yang ada di lantai langsung tersapu. Apalagi di rumah ada bapak yang tengah sakit keras,'' ujar Astuti, kemarin. Selama beberapa saat air bercampur lumpur terus menggelontor. Material longsoran itu baru berhenti setelah hujan reda. Mengetahui hal itu warga sekitar segera bergotong-royong membersihkan genangan lumpur. Keesokan harinya pekerja proyek pembangunan talut ikut membantu. ''Tadi pagi pelaksana proyek sudah datang ke sini. Selain mengirim orang untuk membersihkan rumah, dia juga memberi santunan.'' Bertahan Kendati terancam longsor susulan, keluarga Priyono tetap bertahan di rumahnya. Mereka tidak punya tempat untuk tinggal sementara. ''Habis bagaimana lagi. Saudara saya rumahnya jauh. Sementara bapak yang terkena stroke parah sudah tidak bisa apa-apa. Kami pasrah saja,'' kata Astuti. Sementara Rumah Suhadi terkena longsoran tebing Hotel Green House di Jalan Kesambi. Akibat longsoran itu, bagian belakang rumahnya rusak dan tergenang lumpur. Menurut Fachrudin (38), putra Suhadi, tebing longsor akibat tidak adanya saluran air. Dia menunjuk talang air dari atap hotel itu yang langsung mengucur ke tanah. Akibatnya, air di tebing menjadi jenuh hingga terjadi longsor. ''Setelah saya komplain, pihak hotel mengirimkan orang untuk membantu membenahi dan bersihkan lumpur yang menggenangi rumah saya,'' papar Fachrudin.(H6-18) |