logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 31 Oktober 2007 INTERNASIONAL
Line

Dalai Lama Bertemu dengan PM Kanada

OTTAWA - Perdana Menteri Kanada Stephen Harper, Senin lalu, mengadakan perundingan resmi dengan Dalai Lama. Dia merupakan pemimpin Kanada pertama yang mengabaikan peringatan China agar tidak menjamu pemimpin spiritual Tibet di pengasingan.

''Pertemuan itu jelas bersejarah,'' kata Jason Kenney, menteri luar negeri urusan multikulturalisme.

''Saya berharap seluruh dunia memperoleh pesan bahwa menyerang bhiksu Buddha berusia 72 tahun yang hanya menyarankan otonomi budaya bagi para pengikutnya merupakan kontraproduktif.''

Kedua pemimpin itu bertemu di kantor Harper selama sekitar 40 menit dan ''terjadi pertukaran pandangan sangat lengkap dan terus-terang'', jelas Kenney. Mereka membahas hak asasi manusia, sejarah Tibet, dan nasib orang-orangnya.

Dalai Lama juga berterima kasih kepada perdana menteri karena memberinya gelar warga kehormatan.

Kenney menjelaskan kedua pemimpin itu tidak membahas misi tempur NATO di Afghanistan. Damai Lama sebelumnya menyatakan prihatin atas misi tersebut. ''Kami berada di Afghanistan atas undangan pemerintah negara itu dan PBB dengan dukungan rakyat Afghan untuk melindungi mereka dari kerusuhan,'' jelasnya.

Kenney mengabaikan peringatan Beijing bahwa menjamu Dalai Lama akan merusak hubungan Sino-Kanada. Menurutnya, perdagangan bilateral kedua negara meningkat meski Harper mengecam keras catatan hak asasi China.

China mengklaim peraih Nobel itu adalah tokoh berbahaya yang menghasut kemerdekaan Tibet. Beijing juga mengecam Presiden AS George W Bush dan Kanselir Jerman Angela Merkel karena bertemu Dalai Lama bulan ini.

Dalai Lama menyatakan kunjungannya tidak bermotif politik. ''Tujuan dan komitmen utama saya adalah mempromosikan nilai kemanusiaan dan keselarasan beragama,'' katanya.(ap-niek-26)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA