| Rabu, 31 Oktober 2007 | INTERNASIONAL |
Pos Markas Musharraf Dibom
RAWALPINDI - Serangan bom terjadi di pos pemeriksaan markas militer Rawalpindi, tempat Presiden Pakistan Pervez Musharraf mengadakan rapat keamanan, kemarin. Sedikitnya tujuh orang tewas dan 14 lainnya luka-luka akibat ledakan bom bunuh diri tersebut. Juru bicara kepresidenan Rashid Qureshi mengatakan, Musharraf selamat karena dia berada di dalam gedung ketika pengeboman itu terjadi. Rashid mengatakan, bom meledak saat Musharraf rapat dengan para pejabat tinggi mengenai gelombang serangan militan di negeri itu. Kepala Kepolisian Rawalpindi Saud Aziz mengatakan, pelaku berjalan kaki mendekati pos pemeriksaan kantor Musharraf dan kemudian pelaku meledakkan diri. Pos pemeriksaan itu berada sekitar satu kilometer dari ruang rapat Musharraf dan pejabat tinggi lainya. ''Dia ingin melewati barisan petugas pengamanan kami. Namun kami mampu menghentikannya. Kami akan selalu siaga,'' kata Aziz. Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Javed Cheema mengatakan, potongan kepala pelaku ditemukan di tempat kejadian. Dia menduga pelaku berusia sekitar 19 sampai 23 tahun. Incar Polisi Lokasi pengeboman itu juga dekat dengan kantor kepala staf gabungan militer Pakistan. Namun Cheema menepis kemungkinan militer menjadi sasaran serangan bom itu. ''Tampaknya serangan itu ditujukan kepada polisi,'' ujarnya. Petugas medis membawa jenazah korban dari lokasi, sementara tim penjinak bom mengumpulkan puing-puing untuk menganalisis jenis bahan peledak yang digunakan dalam serangan itu. Sebuah sepeda dan minibus rusak berat akibat ledakan bom. Pengendara sepeda itu tewas seketika, sedangkan beberapa penumpang minibus luka-luka. Jenderal Musharraf telah tiga kali lolos dari upaya pembunuhan oleh militan. Insiden yang terakhir terjadi Juli lalu, saat serangan roket nyaris menghantam pesawatnya yang lepas landas dari Rawalpindi. Pada Desember 2003, Musharraf lolos dari dua aksi pengeboman di kota yang sama. September lalu, sedikitnya 25 orang tewas lantaran dua militan meledakkan diri di sebuah bus pemerintah di Rawalpindi. Sebagian besar korban adalah pegawai kantor intelijen pemerintah. Sekitar dua pekan lalu, serangan bom terhadap konvoi pendukung mantan perdana menteri Benazir Bhutto di Kota Karachi menewaskan 139 orang. Pemerintah mencurigai jaringan militan Al-Qaedah sebagai dalang pengeboman itu. Namun Bhutto menuduh agen intelijen pemerintah juga terlibat. (afp-ben-26) |